Dani Safitri / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior

Plengkung Gading,Gapura Istimewa Kraton

Julukan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota budaya itu memang benar sekali adanya. Kota dengan 4 kabupaten dan 1 kota ini menyimpan banyak peninggalan budaya nenek moyang yang hingga saat ini masih terjaga keadaannya. Salah satu peninggalan budaya di kota Yogyakarta adalah keraton Ngayogyokarto Hadiningrat atau yang kerap dijukuki dengan “keraton Jogja” saja. Keraton Jogja ini merupakan salah satu ikonnya Daerah Istimewa Yogyakarta, karena keraton ini merupakan istana resmi Sultan Hamengkubuwono X yang merupakan gubernur sekaligus raja di Yogyakarta.

Plengkung atau gapura pintu keraton merupakan salah satu bagian dari istana Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Pada jaman dahulu, plengkung merupakan gerbang utama sebelum memasuki dan keluar dari keraton. Lima buah gapura/plengkung ini tersebar di bebarapa tempat yang tentunya masih dalam kawasan keraton. Salah satu plengkung yang masih hangat di telinga adalah plengkung Nirbaya atau yang lebih akrab dengan julukan plengkung Gading. Plengkung gading ini terletak di sebelah selatan alun-alun kidul/selatan Kota Yogyakarta. Plengkung gading ini merupakan satu-satunya pintu keluar raja yang mangkat atau wafat untuk selanjutnya disemayamkan di Makam Raja-Raja Imogiri. Konon, selama Sultan masih gersang di dunia, beliau tidak diperkenankan melewati plengkung Nirbaya/Gading ini.

Dari kelima plengkung yang ada (plengkung Taruno siro, plengkung Madyasuro, plengkung Jagabaya, plengkung Jaga suro, dan plengkung Nirbaya/Gading), plengkung Gading merupakan salah satu plengkung yang hingga saat ini masih sangat hangat dengan eksistensinya selain plengkung wijilan yang juga terkenal, karena dua plengkung inilah yang hingga saat ini bentuk bangunannya masih sama seperti sedia kala, yaitu masih berbentuk plengkungan.

Saat ini, plengkung Gading merupakan gerbang masuk menuju area keraton Yogyakarta dari sebelah selatan dan dibuka untuk umum. Bangunannya yang unik dan mempunyai banyak nilai sejarah ini memang menjadi salah satu ketertarikan tersendiri bagi penikmat budaya yang datang dari dalam kota Yogyakarta maupun yang berasal dari laur kota Yogyakarta. Bagi mereka yang belum pernah melihat keseluruhan plengkung gading mungkin mengira plengkung itu hanya sebatas plengkungan saja. Namun siapa sangka plengkung gading yang hanya terlihat sebatas plengkung saja jika dilihat dari sebelah selatan, ternyata jika kita menaiki tangga plengkung disebelah utara, kita bisa menikmati arsitektur plengkung yang penuh pesona. Apalagi bagi mereka yang gemar mengambil picture, plengkung ini cukup bagus untuk dijadikan tempat narsis. Terutama pada malam hari, berada di sekitar plengkung ini kita bisa merasakan Yogyakarta tempo dulu.

By : Dani Safitri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s