Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Ryan Afranata

Taman Sari, Istana Air nan Megah

Keunikan kota Yogyakarta selalu asik untuk dinikmati, terbukti dengan banyaknya wisatawan domestik dan lokal yang menghabiskan liburannya di kota ini. Yogyakarta menyuguhkan berbagai macam objek wisata untuk para pengunjungnya, seperti wisata kuliner, wisata sejarah, wisata rohani, dan lain-lain. Salah satu tempat yang oaling diminati para pengunjung di Jogja adalah Keraton Ngayogyakarta, Keraton yang merupakan istana dari orang nomor satu di Yogyakarta menyimpan berbagai macam benda peninggalan kerajaan yang bernilai seni tinggi.

Keunikan dan keindahan keraton telah penulis bahas pada tulisan edisi III, pada kesempatan ini penulis akan membahas sebuah tempat yang terletak di sebelah barat daya keraton dan tak kalah menariknya untuk dikunjungi para wisatawan, tempat tersebut adalah Taman Sari tempat pemandian yang dulu digunakan oleh keluarga kerajaan.

Taman Sari atau disebut juga Istana Air adalah sebuah benteng yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758 masehi, beliau memerintahkan Demak Tegis seorang arsitek berkebangsaan Portugis dan Bupati Madiun sebagai mandor untuk membangun Istana Air tersebut. Taman Sari disebut Istana Air karena didalam Taman Sari terdapat laut buatan yang disebut Segaran, dan pulau buatan yang disebut pulau Kenanga.

Ketika pungunjung memasuki pintu belakang Taman Sari, pengunjung akan melewati lorong dengan anak tangga menuju kebawah, dan kemudian pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan kolam pemandian yang dikelilingi tembok-tembok kokoh yang dahulunya digunakan oleh untuk mandi oleh keluarga kerajaan. Kolam pemandian di area ini dibagi menjadi tiga yaitu Umbul Sari (kolam yang digunakan khusus untuk Sultan dan Permaisurinya), Umbul Binangun (kolam yang dirancang untuk Permaisuri dan selir-selir Sultan), dan Umbul Muncar (kolam untuk Putra-Putri dan Sentana Sultan).

Bangunan tertinggi di Taman Sari adalah gedung Kenongo, gedung yang dulunya digunakan sebagai tempat raja bersantap. dari gedung ini kita dapat menikmati golden sunset yang mempesona dan keseluruhan Taman Sari. Bangunan lainnya yang terdapat di Taman Sari adalah gapura-gapura megah, taman ledoksari atau tempat tidur raja, Masjid di bawah tanah, dan bangunan-bangunan lainnya yang selintas seolah-olah memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat. Namun makna-makna simbolik Jawa tetap dipertahankan dan lebih dominan.

Komponen-komponen di lingkungan Taman Sari tersebut disamping dipergunakan sebagai tempat peristirahatan dan pesanggrahan, namun juga diperuntukkan sebagai komponen pertahanan. Tembok-tembok tebal yang mengelilingi lokasi Taman Sari meski nampak tua namun masih terlihat kokoh. Tentunya Taman Sari yang dulunya juga digunakan Sultan untuk berekreasi ini sangat cocok untuk dikunjungi para wisatawan yang berlibur di kota Yogyakarta.

By : Ryan Afranata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s