Eti Purnaningrum / Musik / Pentas | Teater

TBY, Women Arts Performance for Indonesia

eti

“Tuhan menciptakan perempuan…

Kemudian itu perempuan, kebijakan itu perempuan,

Penindasan terhadap perempuan merupakan pengingkaran terhadap Tuhan”

Merupakan kumpulan kata yang tertera pada poster pementasan teatrikal drama musical  keperempuanan yang berlansung di Gedung Societet Militaire, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) .  Pementasan teatrikal drama musical ini dipelopori oleh komunitas Gerget (Gerakan Gender Trasformatif)  Universitas Islam Negeri  (UIN) Sunan kalijaga Yogyakarta, yang berlangsung pada kamis malam (27/12/12). Komunitas yang bergerak dibidang  gender ini, menampilkan sebuah  pertunjukan  tentang keadaan perempuan dimasa sekarang. Diman banyak perempuan yang tidak mendapatkan keadilan bahkan penindasan .

Pementasan  yang  bertemakan  women arts performance for Indonesia,  yang berlangsung di TBY membuat  penonton pementasan ini kagum. Tampilan tata lampu yang  pas, property drama yang bernuansa tradisional  Jawa dan  para penari Gerget yang enerjik bersinergi  dan membentuk satu kesatuan yang  harmony.

“Senang, acara berlangsung  lancar  dan semoga  dapat menjadikan inspirasi untuk  penonton yang  hadir melihatnya” tutur Maftuh, yang berperan sebagai astrada pentas Gerget. Seni pertunjukan yang berlangsung sangat  menguras emosi, karena dalam pertujukan tersebut ditampilkan berbagai tindak ketidakadilan terhadap perempuan baik di dalam maupun luar negeri.  Tidak sedikit perempuan  yang hidupnya tereksploitasi untuk kepentingan-kepentingan tertentu, hal ini merupakan gambaran  kehidupan perempuan sekarang ini. “ Dikesempatan ini bertepatan dengan peringatan hari Ibu  Gerget  menampilkan sebuah teatrikal drama musical yang menunjukan betapa mulianya seorang perempuan” tambah astrada.

Pementasan  terbagi menjadi tiga babak. Babak pertama menceritakan tentang kegigihan perempuan dijaman pejajah . Kemudian bapak kedua, menggambarkan kehidupan perempuan yang tergambar  dengan permainan dan nyanyian tradisional Jawa. Dan dibabak terakhir menceritakan  perempuan yang tidak mendapatkan keadilan . Disetiap babak tersaji dengan penampilan tarian-tarian yang menggambaran  sosok perempuan yang  anggun dan diselingi dengan drama yang dimainkan oleh para penari. Seni pertunjukan ini berlangsung meriah, dan memukau tamu undangan dan para penonton yang hadir dalam acara ini.

Oleh Eti Purnaningrum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s