Endah Amanah / Musik / Pentas | Teater

-Sub Headline- Sekaten Sebagai Tradisi Kraton Jogja

endah (2)

Sekaten atau yang lebih dikenal dengan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) tahun ini kembali digelar. Pasar malam ini rutin digelar saban tahun bersamaan dengan datangnya peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perayaan Sekaten di Yogyakarta tahun ini digelar selama dua bulan, dari 21 Desember 2012 hingga 24 Januari 2013. Tradisi yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Demak (abad ke-16) ini diadakan pada bulan Maulud, bulan ketiga dalam perhitungan tahun Jawa, dengan mengambil lokasi di pelataran atau Alun-alun Utara Kota Yogyakarta.

Asal usul istilah Sekaten sendiri berkembang dalam beberapa versi. Ada yang berpendapat bahwa Sekaten berasal dari Sekati, yakni sebuah nama dari dua perangkat pusaka Kraton berupa gamelan yang disebut Kyai Sekati yang ditabuh dalam serangkaian acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Sementara pendapat lain menyebutkan bahwa Sekaten berasal dari kata “suka” dan “ati” (senang hati) karena orang-orang menyambut hari Maulud tersebut dengan perasaan penuh syukur dan bahagia yang diwujudkan dalam Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-alun Utara. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Sekaten berasal dari kata Syahadataini (dua kalimat syahadat).

Upacara Sekaten dianggap sebagai perpaduan antara kegiatan dakwah islam dan seni. Pada awal mula penyebaran agama islam di Jawa, salah seorang Wali Songo, yaitu Sunan Kalijaga, mempergunakan kesenian karawitan (gamelan Jawa) untuk memikat masyarakat luas agar datang untuk menikmati pagelaran kaarawitannya dengan menggunakan dua perangkat gamelan Kanjeng Kyai Sekati. Di sela-sela pagelaran, dilakukan khotbah dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran. Bagi mereka yang bertekat untuk memeluk agama Islam, diwajibkan mengucapkan kalimat Syahadat, sebagai pernyataan taat kepada ajaran Agama Islam.

Di kalangan masyarakat Yogyakara dan sekitarnya muncul sebuah keyakinan bahwa dengan ikut merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad, yang  bersangkutan akan mendapat pahala dari Yang Maha Agung, dan dianugerahi awet muda. Sebaga syarat mereka harus mengunyah sirih di halaman Masjid Agung Yogyakarta, terutama pada hari pertama dimulainya perayaan sekaten. Oleh karena itu, selama perayaan banyak orang yang berjualan sirih dengan ramuannya, serta nasi gurih beserta lauk pauknya.

Sebelum upacar sekaten dilaksanakan, diadakan dua macam persiapan, persiapan fisik dan spiritual. Persiapan fisik berupa peralatan dan perlengkapan upacara sekaten yaitu Gamelan Sekaten, Gendhing Sekaten, sejumlah uang logam, sejumlah bunga kanthil, busana seragam Sekaten, samir untuk niyaga, dan perlengkapan lainnya, serta maskah riwayat Maulud Nabi Muhammad SAW. Gamelan sekaten adalah benda pusaka Kraton yang disebut Kanjeng Kyai Sekati dalam dua rancak, yaitu Kanjeng Kyai Nogowilogo dan Kanjeng Kyai Guntur Madu. Gamelan Sekaten tersebut dibuat oleh Sunan Giri yang ahli dalam kesenian karawitan dan disebut-sebut sebagai gamelan dengan laras pelog yang pertama kali dibuat. Alat pemukulnya dibuat dari tanduk lembu atau tanduk kerbau dan untuk menghasilkan bunyi pukulan yang nyaring dan bening, alat pemukul harus diangkat setinggi dahi sebelum dipukul pada masing-masing gamelan.

Untuk persiapan spiritual, dilakukan beberapa waktu menjelang Sekaten. Para abdi dalem Kraton Yogayakarta yang nantinya terlibat di dalam penyelenggaraaan upacara mempersiapkan mental dan batin untuk mengemban tugas sakral tersebut. Terlebih abdi dalem yang bertugas memukul gamelan Sekaten, mereka mensucikan diri dengan berpuasa dan siram jamas.

Pada tanggal 11 maulud, mulai pukul 20.00 WIB, Sri Sultan datang ke Masjid Agung untuk menghadiri upacara Maulud Nabi Muhammad SAW yang berupa pembacaan naskah riwayat maulud Nabi yang dibacakan oleh Kyai Pengulu. Upacara tersebut selesai pada pukul 24.00 WIB, dan setelah semua selesai, perangkat gamelan Sekaten diboyong kembali dari halaman Masjid Agung menuju ke Kraton. Pemindahan ini merupakan tanda bahwa upacara Sekaten telah berakhir.

Oleh : Endah Amanah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s