Marisa Bikriy Azkiya / Musik / Pentas | Teater

-Sub Headline- Incling, Dalam Tuntutan Zaman

marisa2

Kesenian kuda lumping atau jaran kepang adalah salah satu kesenian yang masih eksis di Indonesia. Masing-masingn daerah memiliki sebutan untuk kesenian ini, salah satunya Incling untuk Kabupaten Kulonprogo, sebuah daerah di bagian barat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Incling adalah kesenian tari tradisional yang menggunakan cerita Panji dalam lakonnya. Dibutuhkan 16 sampai 18 orang penari dalam setiap pertunjukannya. Penari Incling tidak hanya laki-laki tetapi ada juga yang perempuan. Biasanya seorang pawang mendampingi para penari tersebut di pinggir lapangan. Properti kuda lumping atau jaran kepang menjadi properti utama dalam kesenian ini. Selain itu juga ada barongan yang bentuknya mirip dengan barongsai namun lebih sederhana karena hanya dibuat dari karung tempat beras. Durasi yang dibutuhkan untuk pertunjukan Incling kira-kira 4 hingga 5 jam. Perang pedang pendek, perang tombak, perang gadha, perang pedang panjang, perang manusia dengan hewan (barongan) adalah beberapa rangkaian cara dalam sebuah pertunjukan Incling.

Seperti halnya dengan kesenian tradisional lainnya, Incling juga menggunakan sesaji,. Ssesajinya berupa bunga (kenanga, mawar merah, mawar putih), kemenyan, ingkung, tumpeng, kendi lawe, pisang, dan aneka macam jajanan pasar lainnya. Salah satu fungsi sesaji adalah untuk menyediakan para penari yang kemasukan roh halus atau ndadi. Untuk mengiringi para penari, musik khas dimainkan oleh sedikitnya 9 orang. Alat musik yang digunakan antara lain krumpyung yang berjumlah 15 buah, saron sebanyak 3 buah, kendhang, dan gong.

Yang menjadi daya tarik dalam sebuah pertunjukan kuda lumping, khususnya Incling adalah ketika salah satu penari kemasukan roh halus, mereka akan melakukan hal-hal yang luar biasa di luar batas kewajaran seorang manusia. Misalnya memakan bunga atau kemenyan yang digunakan sebagai sesaji, mengunyak bara api, atau bahkan berlari kesana kemari mendekati penonton.marisa

Salah satu grup Incling yang masih eksis di Kabupaten Kulonprogo adalah grup Incling Langen Beksa Wirama. Grup kesenian ini berdiri pada tahun 1985 dengan pelopornya yakni Bapak Suwiji. Gunung rego, Hargorejo, Kokap, Kulonprogo adalah sekretariat kesenian tradisional ini. Menurut Bapak Suwiji, pertunjukan Incling paling sering digelar ketika musim kemarau, antara lain untuk hiburan dalm acara khitanan, bersih desa, bahkan peringatan kemerdekaan. Agar Incling tidak hilang ditelan zaman, pewarisan kesenian Incling dilakukan dengan mengikutsertakan para remaja yang tertarik dengan kesenian tradisional ini dalam latihan yang dilakukan grup Incling Langen Beksa Wirama sebanyak dua kali dalam seminggu.

Oleh : Marisa Bikriy Azkiya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s