Dani Safitri / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior

Revitalisasi Benteng Vredeberg

Berbicara seni di kota seni, Yogyakarta, memang tiada pernah ada habisnya. Sama halnya seperti mencari es di musim salju yang eksistensinya es itu sendiri adalah salju itu. Semua yang berkaitan dengan seni, Yogyakarta-lah gudangnya. Hal inilah yang kemudian memunculkan celoteh “Jogja Never Ending Asyiknya”, karena saking banyaknya kesenian dan tempat rekreasi (edukasi) di kota ini.

Setelah sebelumnya kita membahas Institut Seni Yogyakarta (ISI) sebagai institut yang melahirkan seniman-seniman bangsa ini. Tim Redaksi Kita, dengan semangat dan antusias yang tak pernah padam meliput segala ragam kesenian warisan budaya Yogyakarta. Salah satu bentuk kesenian (bangunan bersejarah) yang juga merupakan obyek pariwisata yang termasyhur di Yogyakarta adalah Museum Benteng Vredeberg Yogyakarta.

Baik atau tidaknya sebuah objek wisata adalah ketika obyek wisata tersebut dikelola dengan baik oleh pihak pengelolanya. Dalam kaitannya dengan hal ini, pihak pengelola Museum Benteng Vredeberg Daerah Istimewa Yogyakarta terus berusaha melakukan inovasi. Hal ini tentu bertujuan untuk menarik pengunjung ke Museum yang pada awalnya adalah sebuah benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Kini Benteng  tersebut lebih difungsikan sebagai Museum dan peninggalan atau bukti sejarah perjuangan Bangsa Indonesia terhadap Belanda pada waktu itu. Sehingga para pengunjung/wisatawan selain sekedar berniat rekreasi juga bisa sebagai wahana edukasi (sejarah).

Salah satu program yang telah terlaksana pada tahun 2011 adalah revitalisasi museum, yang berupa pembenahan dan pelengkapan fungsi dalam Museum Vredeberg yakni adanya ruang pengenalan.

Semakin lama semakin baik, begitulah orientasi dan upaya yang dilakukan oleh pihak pengelola Museum Benteng Vredeberg. Dengan berbagai upaya mereka melakukan inovasi yang dapat menarik banyak wisatawan lokal maupun luar daerah dan juga bahkan luar negeri. Pada tahun 2012, revitalisasi-pun tidak berhenti. Hal ini terus dilakukan dan terus digencarkan, seperti revitalisasi yang telah dilakukan diantaranya adalah penataan kembali tata pameran di ruang diorama, yaitu dengan dilengkapi perangkat digital berupa layar sentuh yang berisi alur cerita di setiap diorama.Selain itu juga telah diselesaikan pembuatan “Jagangan” yakni berupa selokan di depan museum yang disesuaikan dengan kondisi awal Benteng Vredeburg dibangun.

Oleh: Dani Safitri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s