Eti Nur Khotimah / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior

Keraton: Pegelaran Wayang Pameran Museum se-Yogya

Berbicara tentang kesenian tiap daerah memilikinya, dengan segudang keunikan dan karakteristiknya. Di Jawa misal dengan salah satu kesenian tradisionalnya yakni wayang. Dalam wayang terdapat esensi-esensi cerita maupun perwatakan tokoh yang diperankan, dan hal ini merupakan refleksi dari filosofi masyarakat Jawa. Wayang merupakan suatu produk (cipta, rasa, karsa) manusia yang didalamnya mengandung nilai-nilai estestika, selain itu wayang berfungsi sebagai tontonan dan tuntutan kehidupan. Contohnya dalam pagelaran pameran di Keraton, dimana pameran wayang ini mengandung makna lebih jauh dan mendalam mengungkapkan hidup semesta. Bagi masyarakat Jawa wayang bukan hanya sekedar hiburan semata, tetapi sebagai media edukasi maupun media dakwah. Dalam dunia pewayangan tersimpan nilai-nilai pandangan hidup orang Jawa dalam menghadapi  dan mengatasi segala tantangan dan kesulitan hidup.

Untuk memahami budaya Jawa, Anda dapat melihat pada istilah “Tan Keno Ora” yaitu orang Jawa harus Jawani, mengetahui budaya Jawa, termasuk didalamnya tentang wayang. Jika persoalan “mengetahui” pada zaman ini dirasa sulit maka cukuplah untuk memelihara dan menjaga kebudayaan wayang. Antara wayang dan budaya ibarat sekeping uang logam yang tak terpisahkan, berbeda jiwa tapi satu ruh. Saya sempat berbincang-bincang dan mewawancari petugas dalam acara pameran tersebut, ia mengungkapkan bahwa isi cerita dalam pewayangan tersebut banyak mendapatkan gubahan dari kitab aslinya, yaitu tokoh Mahabrata. Semuanya mempunyai tujuan utama, yaitu memberi petunjuk kepada manusia  kejalan yang baik dan benar, jalan yang dikehendaki oleh Tuhan yang Maha Esa untuk memacu cipta, rasa dan karsa manusia agar tergugah untuk ikut memperindah babrahan agung untuk ikut wawahyuning bawana. Dengan demikian petunjukan wayang tidak hanya sebagai tontonan dan alat penghibur tetapi juga ikut memuat tuntunan kehidupan manusia.

Contoh-contoh gambar seni pewayangan

etih2

 

etih

Oleh : Etih Nur Khotimah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s