Gallery / Masnico Praba Kresnawan Setiadi

Gallery Kethoprak Lintas Batas “Lebak 1848”

-Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, 11 Desember 2012 | 19.30 WIJ (Waktu Indonesia Jogja)-

Kethoprak sebagai salah satu kekuatan besar seni pentunjukan tradisional di Yogyakarta, kembali menunjukkan nalurinya untuk cair, terbuka dan kreatif. Pada kesempatan ini kethoprak bersinggungan hangat dengan para pelaku seni pertunjukan lain seperti teater, karawitan, tari, wayang kotemporer dan juga seni rupa.

Mengambil latar belakang Lebak Banten di tahun 1848, lakon ini mengisahkan kondisi rakyat Lebak yang tertindas akibat perilaku korup para pemimpinnya. Kehadiran Max Havelaar sebagai asisten residen baru yang memiliki tekad memberantas korupsi di Lebak, tak jua memberi perbaikan pada nasib rakyat. Atau karena pengabdiannya sesungguhnya bukan pada negeri Belanda? Sehingga korupsi itu diberantas atau tidak, hasilnya tetap sama, rakyat tetap tak sejahtera. Seolah sudah menjadi garis semesta, rakyat tak ubahnya bagai kerbau yang dicucuk hidungnya oleh penguasa.

Oleh : Masnico Prabakrisnawan S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s