Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Sukaenah

AT.Sitompul : Psyco-Visual Optical Art

Tompul begitu panggilan kesayangan seniman asal Pematang Siantar ini, menggeluti dunia seni rupa grafis yakni Optical art. Seni grafis di Indonesia sendiri bagi para pengamat maupun kolektor seni dianggap seni yang terpinggirkan. Seni grafis dianggap kelas dua atau jenis seni rupa yang terus mengalami persoalan, kebangkrutan dan bahkan dianggap sekarat di Indonesia. Dianggap demikian karena seni grafis tak kunjung menyelesaikan persoalan ‘keabadian’ media karena dicetak di kertas, atau media yang sudah populer atau akrab dengan mesin, serta direproduksi secara ganda.

Optical art sendiri merupakan sebuah seni rupa (cetak) yang menonjolkan pada dimensi visual, memberi kesan mempermainkan mata. Dengan gaya yang diciptakan dari seni ini yang berwujud keterpaduan garis, dan bisa ditambah dengan warna yang akan menimbulkan sensasi lain. Optical art memiliki tujuan sebagai pencipta dan menggambarkan fenomena visual ilusi optis. Yang paling utama dalam seni ini adalah efek permainan mata atau ilusi gerak yang memperdaya optik.

Dalam perkembangan seni ini, Tompul tidak sekedar bermain dan menggeluti dunia Optical art saja, namun ia menambahkan dan memperdalam seni ini yang notabane nya membelalakkan mata (bermain visual) dengan unsur-unsur psikologis. Jika Optical art hanya mampu menembus ruang pada tingkat awal, maka Tompul mampu memberdayakan ruang awal tersebut dengan sebuah persepsi atas simbol-simbol psikologis.

Psikologi memanglah bukan ilmu baru, namun ketika disatupadukan dengan kesenian (seni rupa) maka akan menjadi suatu senik yang sangat menarik dan bernilai. Kebanyakan dari para seniman rupa menghayati atau menggunakan unsur psikologis ketika dalam proses penciptaan karya-karya mereka, jarang sekali dari mereka yang menjadikan psikologis sebagai subject matter dalam penciptaan karya.

AT. Sitompul adalah perupa yang sering menjadikan psikologi sebagai subject matter dalam karyanya. Ia mencoba mengungkap dan memvisualisasikan berbagai dimensi psikologis seseorang. Ia banyak bercerita mengenai kegaduhan berpikir dan peersepsi manusia. Dua konsep dasar psikologis yang ia gunakan dalam karyanya adalah membendakan sifat-sifat dan pikiran manusia dan mengkonstruksi keterlibatan ruang dan waktu dalam pikiran manusia, hinnga kini tema-tema psikologis ini makin gencar diperbincangkan dalam kajian seni.

“Apa yang ku lihat, ku dengar, ku rasakan, ku lakukan dan yang ku pikirkan, itulah yang ku karyakan. Aku mencoba merekonstruksi cara berpikir orang dengan kegarisanku” kata  AT. Sitompul dalam sebuah tulisan di sela-sela pameran karyanya.

Oleh : Sukaenah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s