Eti Purnaningrum / Musik / Pentas | Teater

-Headline- MURI, Seni Karawitan terlama (24 jam nonstop)

eti1 Beberapa saat lalu Indonesia sempat digemparkan dengan isu-isu  pengakuan  warisan budaya  bangsa  oleh  negara tetangga, yaitu Malaysia.  Hal ini menjadi perdebatan dunia, hingga dari  pihak UNESCO turun tangan untuk membantu menyelesaikan masalah  pengklaiman warisan budaya asli bangsa ini.  Seni budaya yang dimaksud seperti tari saman dari Sumatera, reog Ponorogo Jawa Timur, batik dan beberapa seni budaya  lainnya.

Berkaca dari hal tersebut, seniman karawitan Institut  Seni Indonesia (ISI)  Yogyakarta ingin menjadikan seni budaya karawitan agar diakui oleh UNESCO  sebagai warisan dunia yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Berlatar belakang tersebut maka ISI Yogyakarta menyelenggarakan pementasan karawitan terlama yang pernah ada di Indonesia. Pagelaran Seni ini akan tercatat  dalam rekor muri Indonesia, sebagai kesenian karawitan terlama 24 jam non stop.   “… Menyuarakan kepada publik, karawitan  dapat diakui oleh UNESCO menjadi warisan dunia. Karena karawitan  sudah menyebar  dan dipelajari di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Negara-negara Eropa dan New Zealand ” sambutan dari  Dr. Sumaryono M.A selaku ketua panitia sekaligus  penggagas dari Pagelaran Seni Karawitan ini. Pagelaran digelar di pendopo Ki Panjangmas ISI Yogyakarta.eti2

Pentas yang digelar di Fakultas  Pertunjukan ini dimulai pada hari kamis (13/12) tepat pada pukul 10.00 WIB yang dihadiri oleh Ibu Rektor ISI Prof. Dr. A. M Hermien Kusmayati, SST., SU  diawali dengan pemotongan tumpeng dan penabuhan  kenong (alat musik Jawa) oleh Ibu rektor.  Detik-detik pelaksanaan pagelaran Seni karawitan ini diawali dengan repertoar mars ISI Yogyakarta, dua perangkat gamelan Jawa dan dua perangkat gamelan gaya Sunda dan Bali sudah tersedia dipendopo Ki panjangmas dengan apik. Acara  yang akan memecahkan rekor muri ini diikuti oleh 17 group karawitan  yang berasal dari komunitas mahasiswa ISI Yogyakarta, Siswa dan masyarakat umum di Yogyakarta dan Solo, yang akan membawakan 170  gendhing (instrument Jawa). Acara pementasan ini  akan di akhiri tepat pukul 10.00 WIB pada hari Jum’at (14/12) . Dalam acara penutupan , sekaligus menjadi ajang pemberian penghargaan  muri atas prestasi yang sudah diraih yaitu pementasan Seni Karawitan Terlama 24 jam non stop.

Oleh : Eti Purnaningrum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s