Evania Mega Mahardika / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Seni Rupa

Kaki Akar Raksasa, “Tropic Effect” Yogyakarta

Bila membicarakan seni yang ada di Yogyakarta memang tak akan ada habisnya, karena memang Yogyakarta merupakan gudangnya seni. Di Jogja ini kita bisa menemukan karya indah seniman-seniman Jogja yang terpampang di setiap sudut kota yang semakin menambah nilai eksotik dan artistik dari kota Jogja yang telah dikenal khalayak dengan nuansa seninya yang sangat kental. Banyak seniman Jogja yang melahirkan karya-karya artistik mereka yang mampu menghipnotis khalayak untuk berhenti sejenak menikmati hasil karya mereka. Salah satunya adalah patung kaki akar raksasa yang mewarnai kawasan 0km Yogyakarta.

patung kaki akar raksasaPatung kaki akar raksasa ini mampu membuat khalayak yang sedang melewati kawasan ini terkagum-kagum dan tak jarang dari mereka tak ingin melewatkan kesempatan untuk mengabadikan patung kaki akar raksasa ini.

Patung kaki akar raksasa ini merupakan salah satu hasil karya seni yang lahir di event Biennale Jogja pada tahun 2011 lalu, yang notabene event ini merupakan salah satu event seni rupa yang cukup bergengsi dimana menjadi acuan dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Patung tersebut dibuat oleh 9 seniman yang tergabung dalam Khatulistiwa Art Team, yakni Anna Suzanne, Agung Sukindra, Basuki Prahoro, Felix S Wanto, Ghouse Modhin, Herry Maizul, I Wayang Cahya, Michael Maxon dan Nawa Yanuardi.

Patung kaki akar raksasa ini mempunyai tinggi sekitar 6 meter dan terbuat dengan berbahan dasar dari serat kaca. Patung ini bentuknya sangat nyentrik, menggambarkan sebuah langkah kaki, yang divisualisasikan dengan bentuk setengah bagian bawah tubuh manusia, yakni  mulai dari pinggang hingga kaki dan kemudian dibalut dengan akar-akar yang meranggas dan menjalar sehingga menyelimuti bagian tersebut.

Patung yang terkenal dengan sebutan ‘kaki akar raksasa’ ini sebenarnya berjudul ‘Tropic Effect’ yang merupakan sebuah simbol akan pentingnya langkah nyata dalam mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan kita. Seperti yang diisyaratkan dalam patung tersebut yakni dengan visualisasi akar-akar yang meranggas  sebagai cerminan keserakahan manusia terhadap lingkungan.

 

Oleh : Evania Mega M.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s