Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Listyaning Restiti / Seni Rupa

Topeng Jawa dalam Rumah Budaya Tembi

foto restiTopeng merupakan suatu accesories yang dipakai untuk menutupi wajah. Topeng dianggap sebagai sebuah benda yang  mengerikan dan mistik sekaligus sebagai benda manipulatif sehingga banyak orang yang takut dan waspada akan topeng. Dan dilain sisi topeng memiliki nilai seni yang tinggi dalam proses pembuatannya, yakni topeng wayang Jawa. Topeng sendiri merupakan masker atau tutup muka yang digunakan untuk menari dalam wayang wong (orang).

Pada umumnya topeng dibagi menjadi dua jenis yaitu topeng Gedhog yang merupakan suatu masker yang menutup seluruh muka penari. Misalnya topeng pada tokoh wayang Kelana, Panji, Sekartaji, dan Kartala. Yang kedua topeng Dagelan yang hanya menutup bagian muka dan berhenti pada mulut saja, contohnya topeng pada tokoh wayang Jaka Bluwa.

Dalam Rumah Budaya Tembi Bantul topeng- topeng  disimpan dalam ruangan dokumentasi benda pusaka Yogyakarta bersamaan dengan wayang golek, keris, batik, foto-foto sesajen, baju khas penganti Yogyakarta dan sebagainya.

Topeng  tersebut terbuat dari kayu, ada dua macam kayu yang digunakan untuk pembuatan topeng yang terpajang di Rumah Budaya Tembi, yakni kayu jaranan dan kayu sengon (duren). Dilihat  dari hasilnya memanglah nampak berbeda antara kayu sengon dengan kayu jaranan. Topeng yang terbuat dari kayu jaranan terihat lebih halus dan lebih putih dan bersih dibandingkan dengan topeng yang terbuat dari kayu sengon. Hal ini dikarenakan kayu sengon memiliki serat-serat kayu yang kasar sehingga terlihat berlekuk apabila dipahat. Berbeda dengan kayu jaranan yang memiliki serat -serat yang halus sehingga jika dipahat menjadi topeng yang akan terlihat halus dan apik. Tidak hanya itu, topeng yang terbuat dari kayu jaranan terlihat mengkilap jika telah diberi warna sedangkan topeng kayu sengon terlihat pudar sehingga terkesan mudah kotor namun klasik.

Rumah Budaya Tembi menyajikan beragam topeng – topeng apik yang terjajar rapi di atas meja dan tergantung rapi pada sebuah papan. Topeng ini dibuat dengan cara manual yaitu dipahat dengan tangan. Topeng ini berasal dari daerah Bantul tepatnya Desa Diro Pendowoharjo Sewon Bantul dan daerah Putat Gunung Kidul. Salah satu ahli membuat topeng kayu yang ada di Rumah Budaya Tembi adalah Simbah Warno Waskito yang membuat topeng kayu dari kayu jaranan. Simbah Warno sendiri dapat ditemui pada hari Sabtu dan Minggu di Rumah Budaya Tembi. Topeng yang dibuatnya pun terlihat begitu artistik dengan sentuhan tangan terampilnya.

Oleh : Listyaning Restitie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s