Eti Nur Khotimah / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Seni Rupa

Sesajen Ngayogyakarta ala Tembi Rumah Budaya

Kalau kita berfikir tentang suku Jawa terdahulu mungkin di benak kita terlintas berbagai macam tanda tanya, seperti halnya apakah kebudayaan jawa dan kepercayaannya? Salah satu unsur kebudayaan adalah kepercayaan, masyarakat Jawa sangat menjunjung nenek moyangnya, baik dinamisme, animisme, dan lain sebagainya. Animisme sendiri diyakini sebagai suatu kepercyaan tentang adanya roh atau jiwa pada benda-benda, tumbuh-tumbuhan, hewan ataupun manusia. Kepercayaan seperti dapat dilakukan dengan perantara sesajen.

Sesajen  merupakan  simbolis pemberian sajian dan penghormatan atau rasa syukur terhadap semua yang terjadi di masyarakat, sebagai bisikan ghaib yang berasal dari paranormal. Secara luas sesajen merupakan warisan budaya Hindu dan Budha  untuk memuja para dewa, roh dan penunggu pohon. Hal ini biasanya dilakukan dalam upacara-upacara tertentu yang bertujuan mendatangkan keuntungan dan membuang kesialan.

Berikut ini adalah macam-macam sesajen Jawa (Yogyakarta) dan makna yang terkandung di dalamnya, antara lain:

  • Brokohan

Makan sesajen brokohan merupakan manifestasi dari siklus manusia ketika masih dalam rahim sang ilahi, sesaji ini diwujudkan dalam bentuk sesaji berupa kelapa tidak utuh,cendol dan priuk kecil dan bebek mentah, yang ditempatkan dalam daun pisang, disamping itu sepasang ayam jantan dalam kranci.

  • Kolak Kencana

Makna sajen ini adalah seorang gadis yang sedang menjalani acara siraman dalam rangkaian upacara pernikahan. Sajen ini diwujudkan dalam bentuk pisang emas yang masih berkulit dibuat kolek, kemudian  pisang tersebut ditempatkan dalam sebuah tampah yang telah diberi daun pisang.

  • Empon-empon

Sajian bumbu empon-empon dan bumbu dapur ini adalah setelah anak menginjak dewasa  yang dapat merasakan berbagai rasa dalam kehidupan yang bersifat senang, sedih atau gembira, dan sebagainya. Sajen ini diwujudkan dalam bentuk rempah-rempah bumbu dapur seperti bawang merah, bawah putih, daun sereh, daun salam ,kencur, laos, jahe, kunyit, temulawak, dan kayu manis.

  • Pala Gumantung

Sajian pala gumantung menggambarkan hasil yang akan diperoleh dari perbuatan manusia dewasa, seperti karma. Sajen ini diwujudkan dalam bentuk buah-buahan seperti nanas, sirsak, sirkaya, apel, jeruk, mangis, selain itu pala gumantung berarti buah yang dihasilkan dari tanaman yang mengantung atau menempel di dahan pohon bisa diganti dengan buah sawo, jambu, mangga , dan apel.

  • Ketan Macan Warna

Makna sajen ketan macan warna adalah bayi yang lahir ke dunia ini selain dilengkapi dengan indra jasmani, juga dilengkapi 5 nafsu, nafsu-nafsu tersebut diwujudkan alam ketan yang bermacam-macam.

  • Jeroan

Makna sajen jeroan ini menggambarkan ketika bayi lahir ia tentu dilengkapi dengan indra-indra jasmani untuk melengkapi raganya seperti mata, hati, otak, babad, usus, dan sebagainya. Sajen ini diwujudkan dalam bentuk jeroan binatang, sajen ini ditempatkan dalam sebuah cobek atau layah yang atasnya sudah diberi daun pisang.

Koleksi-koleksi tentang sesajen tersebut menjadi media bagi Rumah Budaya Tempi sebagai penyampai informasi kepada pengunjung atau masyarakat tentang nilai-nilai luhur dalam tradisi kebudayaan Jawa (Yogyakarta) yang dapat dijadikan sebagai warisan luhur.

Oleh : Etih Nur Khotimah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s