Nur Irfan dwi Prasetyo / Pentas | Teater / Seni Pertunjukan

SENI TEATER DESA TEMBI Yogyakarta

 

Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah (kalau ada) , penafiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti). Proses penjadian drama ke teater disebut prose teater atau disingkat berteater. Teater berasal dari kata theatron yang diturunkan dari kata theaomai(bahasa yunani) yang artinya takjub melihat atau memandang. Teater bisa diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teeater dalam arti sempit adalah sebagai drama (kisah hidup dan kehiudpan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis. Dalam arti luas, teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak contohnya wayang orang, ketoprak, ludruk dan lain-lain.

Berbicara soal teater beberapa saat yang lalu ada salah satu pementasan yang sangat menarik disalahsatu desa seni yaitu Tembi Village.  Kali ini mengangkat judul Pentas Gegeroan Teater Kami Cinta dan Perpisahan.

Naskah berjudul “Gegeroan” karya Harris Priadie Bah, kemarin dipentaskan dalam lakon teater berjudul sama oleh Teater Kami. merupakan satu dari sedikit kelompok teater yang sejak awal berkiprah diluar mekanisme festival. Didirikan di Jakarta, 21 Juli 1989, oleh Harris Priadie Bah, dan terhitung produktif. Paling tidak, ada karya baru sekali setahun. Tema utama Gegeroan, adalah masalah keretakan hubungan antar personal individu yang berada dalam relasi keterhubungan satu dengan yang lain. Awal gagasannya sendiri menurut Harris, berangkat dari hasil dengar dan lihatannya terhadap kenyataan yang kerap hadir dari lingkaran pergaulan dekat dan jauh.

Pentas yang digelar 29 Agustus di Bentara Budaya Jakarta kemarin, diawali oleh monolog Jean Marais, dalam perannya Jean tampil mencurahkan isi hatinya, tentang cinta cinta yang kini sudah menjadi barang murah untuk dihargai. Bahkan lebih mahal matrealisme sebagai pandangan dan jalan hidup. “Bila hidup sudah kehilangan nilai, mungkin kematian akan ada harganya,”itu sepenggal kalimat yang diucapkan Jean sesaat sebelum ia beradegan meminum baygon dan mati. Adegan lain diperankan oleh Irawita dan Zank Smooth yang dalam adegannya mereka berdua bertengkar tentang istri yang sudah tidak lagi menghargai suaminya. Si istri yang kerap pulang kerja larut malam, bahkan sampai pagi, akhirnya tidak ada lagi waktu untuk mengurus keluarga. Si suami mengeluh terus menerus sehingga pertengkaran ini diakhir dengan dengan keputusan bercerai dari keduanya.

Dari situ adegan berpindah, menjadi ruang dengan kehidupan yang berbeda, di adegan ini, pasangan suami istri dan anaknya terlihat hidup bahagia dan mereka seperti menonton dan berkomentar mengenai pasangan lain yang tidak harmonis lalu bercerai, mempertanyakan kemana cinta yang selama ini mempersatukan mereka. Saat cinta dibentuk dalam sebuah rumah tangga dan temu kelamin sudah dilegalisir oleh lembaga perkawinan. Kira-kira seperti itu kalimat yang diucapkan si aktor.

Meskipun dengan setting panggung sederhana, aksi para pemain dalam pentas teater Kami di judul Gegeroan ini sangat baik. Tema yang dibawakan sangat dekat dengan kehidupan sosial masyarakat yang kerap terjadi dan sudah dianggap sesuatu yang biasa. Kisah diatas pentas tersebut bisa saja problem yang pernah dialami atau sedang dialami oleh siapa saja, dengan begitu bisa berkaca dan tahu bagaimana menyelesaikannnya. “Gegeroan” adalah bagian ketiga dari dua teks dramatik sebelumnya yakni “gegerungan” dan “gegirangan” yang diwujud-tuliskan oleh Harris Priadie Bah.

Oleh : Nur Irfan D.P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s