David Mahendra / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Seni Rupa

Desain Interior Ruang Dokumentasi Tembi Rumah Budaya

tembi David Mahendra(1)Tembi Rumah Budaya (TRB) berdiri pada 20 Mei 2000, terletak di Jalan Parangtritis Km 8.4, Dusun Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namanya menggunakan nama dusun tempat lembaga ini berada.. Tempat ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan ketika berkunjung ke kota Yogyakarta. Salah satu daya tarik dari rumah budaya ini tidak hanya rangkaian kegiatannya saja, yang berupa pagelaran musik dan kesenian yang lainnya tetapi juga desain dari ruang-ruang yang ada di tempat ini. Unsur budaya Jawa sangat terasa sekali dalam pemilihan desain ruangannya, khususnya Bale Dokumentasi Tembi Rumah Budaya ini. Mengambil konsep rumah klasik di Jawa yang berbentuk rumah joglo dengan sentuhan gaya modern membuat ruangan ini menarik untuk diperhatikan. Karena sebuah ruangan dokumentasi memang harus mempunyai kemampuan menarik pengunjung tidak hanya dari karya yang di dokumentasikan di dalam ruangan saja tetapi juga desain ruangannya.

Deretan karya yang didokumentasikan dalam Bale Dokumentasi Tembi Rumah Budaya ini tidak akan dilihat menarik dan bagus jika tata ruangan serta desain interiornya tidak dibuat dengan menarik juga. Salah satu panggung dalam ruangan ini mengadopsi gaya rumah Jawa yang banyak dengan ukiran-ukiran serta lampu hias yang digantung. Selain itu ruangan ini dipenuhi dengan karya-karya budaya Jawa khususnya seperti topeng-topeng, hasil karya pahatan serta wayang kulit yang ikut dipajang di ruangan ini. Untuk menambah kenyamanan pengunjung pengelola rumah budaya tembi memfasilitasi ruangan ini dengan pendingin udara, sehingga pengunjung bisa berlama-lama di ruangan ini tanpa harus berpanas-panasan. Karena memang cuaca di Yogyakarta sedang panas.

Kegiatan di Tembi Rumah Budaya ini meliputi berbagai macam seni dan budaya seperti kegiatan budaya Jawa, Seni Rupa dengan tajuk artist in residence, Seni Tari, Seni Musik, Film dan lain-lainnya.Ruang Dokumentasi atau disebut Bale Dokumentasi ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu

1. Perpustakaan

Jumlah koleksi perpustakaan hingga April 2012 sebanyak 5.788 buah buku. Sebagian besar koleksi mengenai sejarah dan budaya, khususnya Jawa. Terdapat pula dokumentasi visual tentang pementasan seni budaya di Tembi Rumah Budaya. Jumlah VCD mencakup 268 judul dan DVD 146 judul. Dokumentasi ini juga diunggah di situs YouTube, dengan ”rumah” bernama tembiyogya, berjumlah sekitar 650 judul. Isi dokumentasi itu antara lain mengenai Nini Thowong, tari tradisi, ketoprak,  dan wayang.

2. Galeri Jawa

Galeri budaya Jawa antara lain berisi koleksi keris, wayang kulit dan golek, pakaian adat Jawa serta peralatan membatik. Jumlah koleksi senjata 364 buah, koleksi wayang kulit 201 buah, dan wayang golek 70 buah. Ada pula bagian rumah tradisional Jawa yang disebut senthong, terdiri dari senthong kiri, tengah dan kanan. Galeri ini telah menjadi tujuan karya wisata bagi siswa sekolah dari SD hingga SLA, juga perguruan tinggi, di Yogyakarta, dan sekitarnya.

3. Galeri Benda Kuno

Galeri benda-benda kuno antara lain berisi majalah Kajawen yang beraksara Jawa tahun 1927 hingga 1935, iklan kuno pada tahun 1930an, kulkas kuno tanpa listrik, sepeda motor merek Jawa buatan Ceko tahun 1948, sepeda motor merek Zundap buatan Jerman tahun 1939, piano buatan dekade 1930-an dari Dr. Yap, sejumlah pit(sepeda) onthel, dan foto-foto bangunan kuno. (www.tembi.net)

Oleh : DAVID MAHENDRA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s