Dani Safitri / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior

-Sub Headline- BERDZIKIR DENGAN SEBUAH KARYA REUNION

zz

“Peringatan ini saya lakukan sendiri dan dengan cara saya sendiri, yaitu dengan cara berkarya/menggambar/drawing. Menggambar, sejak awal saya niatkan sebagai ibadah, bahkan bagi saya, kadang menjadi media (tools) untuk mengingat Allah SWT/ dzikrullah. Menggambar tidak hanya untuk ‘bersenang-senang’ atau ‘beraktual-diri’ ria tapi juga merupakan rutinitas yang bisa bermakna bagi kehidupan setelah kematian nanti.”

Adalah sepenggal perkataan seniman Yogyakarta Bapak Ahmad Zuhair Firdaus Tri Hadiyanto yang tertata rapih dalam secarik kertas, dimana kertas ini tersedia dalam sebuah ruangan pameran tunggal beliau yang berjudul REUNION : A Black White Celebration di TeMBI RUMAH BUDAYA tertanggal 21 November-10 Desember 2012. Sungguh statement luar biasa menurut saya, karena beliau mampu meng-integrasi dan interkoneksi-kan hobi menggambarnya dengan wujud penghambaannya kepada Sang Pencipta, yang seringkali beliau menyebutnya dengan dzikir visual. Bahkan mungkin jika bisa dianalogikan, sebuah titik, garis, bidang, tekstur, warna dan ruang (elemen visual) dalam karya beliau pun serta merta menjadi elemen dzikir. Subhanallah!

 

Istilah reunion adalah istilah yang berasal dari beliau, seniman kelahiran Yogyakarta, 15 Oktober 1956, dalam menamakan suatu peristiwa luar biasa yang belum terjadi, yaitu peristiwa bertemunya kembali (reunion) antara makhluk (ciptaan) dengan khaliknya (Pencipta). Sungguh suatu peristiwa yang ‘tak terbayangkan’. Peristiwa tersebut sangat ‘memesona’ hati dan pikiran beliau, sehingga timbul keinginan untuk memperingatinya (to celebrate). Peringatan (celebration) biasanya dilakukan untuk mengingat peristiwa yang terjadi di masa lampau, dengan harapan terjadi ‘koreksi’ atas kesalahan yang ada. Sedangkan memperingati peristiwa yang akan terjadi, yang diyakini kejadian dan akibatnya, akan mengarahkan perilaku sejak dini, ke arah yang diharapkan.

zzzzzkjimuhnuh


‘Reunion : A Black W
hite Celebration’ adalah sebuah peringatan sederhana. Se-sederhana ungkapan bila ada hitam pasti ada putih, bila ada hidup pasti ada mati. Sebagian dari karya puncak manusia terlahir dari karya puncak manusia terlahir dari kesadaran mereka atas adanya kekuatan jauh lebih besar diluar diri manusia. Manusia pun melecut dengan kemampuannya, memberikan yang terbaik untuk Sang Maha Kuasa. Pada titik tersebut sebenarnya karya Reunion diharap berada, pada titik kesadaran bahwa manusia adalah makhluk yang bukan ‘apa-apa’ dan bukan ‘siapa-siapa’’.

 

 

 

Oleh : DANI SAFITRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s