Dani Safitri / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior

Memburu Kerajinan Kayu Primitif Yogyakarta

Ketika Anda ditanyai mengenai kota seni, kota manakah yang terlintas dipikiran Anda? Paling tidak Yogyakarta adalah salah satu kota yang ada di referensi otak Anda saat itu, atau mungkin malah menjadi top reference diantara kota-kota seni lainnya. Yogyakarta memang tidak pernah ada matinya, selain sebagai kota pelajar, kota ini juga memiliki julukan kota budaya. Julukan ini lahir dan masih eksis karena begitu banyaknya budaya peninggalan nenek moyang yang memang masih terjaga hingga saat ini.

Pasar Seni Gabusan (PSG) adalah salah satu surganya kerajinan tangan di Kota Yogyakarta. karena PSG ini merupakan gudangnya berbagai kerajinan yang ada di Yogyakarta. Berlokasi di Jalan Parangtritis km 9,8 Bantul pasar yang didirikan pada tahun 2004 ini, memiliki 16 Los. Namun hanya ada 14 Los yang masih difungsikan, sementara 2 Los yang tersisa digunakan sebagai kantor (managerial) dan koperasi. Ke-14 Los ini difungsikan sebagai penempatan hasil kerajinan seperti perak, sandang batik, batik kayu, kayu primitif, logam, kulit, bambu, lukisan dan masih banyak lagi kesenian lainnya.

Dari Los-los PSG yang mempunyai luas sekitar 4,5 hektar ini, terdapat satu Los yang sangat primitif. Los berangka 7 ini memang terkesan sangat primitif, karena semua kerajinan tangan yang terjajar rapi didalamnya bermotif primitif. Kerajinan tangan yang bernamakan kayu primitif (wooden primitive) ini berbahan baku dari kayu Mahoni dan Palem asal Wonosari.

Letak Los primitif ini dapat dicapai kurang lebih tujuh menit dari pintu masuk pasar seni gabusan. Sesampainya di depan los ini, kita sudah disambut dengan berbagai macam ukiran khas kayu primitif yang eksotis dengan ukir-ukiran yang beragam. Ukiran kayu bermotif primitif ini menyerupai ukiran kayu di suku Asmat. Dari sekian banyak kerajinan ukir kayu primitif di Los ini, yang paling menyita perhatian wisatawan adalah patung budha yang memiliki ukuran paling besar diantara kerajinan lainnya, sehingga memang terlihat paling menonjol dan paling menyita perhatian para wisatawan. Namun bukan berarti kerajinan lainnya tidak memiliki daya tarik bagi para wisatawan. Kesan mistis yang ada pada setiap kerajinan di Los ini justru menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan, karena menambah kesan eksotisme kerajinan primitif ini.

Oleh : Dani Safitri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s