Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Muhamad Rifefan

Citarasa 3 Seni Mural Yogyakarta

Mural, orang-orang  sering menyebutnya sebagai “Graffiti” merupakan sebuah seni yang juga menjadi media untuk menyampaikan pesan. Mural atau Graffiti memang bukanlah asli dari Jogja, namun keberadaan graffiti yang ada di Jogja memiliki citarasa “njogjani” . Hampir setiap seni mural yang dibuat oleh para seniman-senimannya, berisikan pesan yang diramu dengan citarasa Jogja.

Di Jogja ada beberapa hotspot atau titik api yang seakan “disediakan” khusus untuk para seniman mencurahkan pesannya kepada masyarakat Jogja. Tetap dengan citarasa Jogja yang sedap,membuat seni mural nampak begitu dekat dengan publiknya.

  1. 1.       Mural pendidikan

Dinding mural biasanya terletak dimana jalur ini kerap dilewati oleh mahasiswa yang berkuliah pada kampus ataupun siswa SMA dan SMP . Di dinding ini terdapat mural-mural yang bertemakan pendidikan, baik itu sindiran ataupun pesan-pesan positif seperti “membaca buku” atau sindiran “untuk tidak memperoleh pendidikan secara instan”. Jadi dirasa mural ini sudah tepat pesan dan tempatnya.

  1. 2.       Mural tertib lalu lintas,dan rasa nasionalisme

Dinding mural yang tidak begitu luas tempatnya dan juga letak dinding yang lebih tinggi membuat mural ini nampak sering terlihat. Letaknya yang persis berada dekat dengan lampu merah maka akan terlihat ketika pengemudi menoleh ke atas untuk melihat “time” di tanda lalulintas tersebut. Pesan yang disampaikan dengan mural ini bertemakan isu-isu nasionalisme atau yang sedikit menyinggung pemerintah,dan terkadang mengajak kita untuk lebih peduli dengan sekitar. Selain itu ada pula ajakan untuk tertib berlalu lintas, misalnya dengan adanya tulisan “ Naik motor pakai helm Mas,ini Jogja”. Penggunaan kata ”mas” menjadi sebuah citarasa “Jogja”.

  1. Mural kesenian Indonesia

Dinding Mural yang terdapat di Pasar Seni Gabusan ini terbilang baru, karena mural ini merupakan sebuah ajang perlombaan di Hari Ulang tahun Pasar Seni gabusan yang ke 8. Mural yang terpajang di sepanjang tembok masuk hingga belakang Pasar Seni Gabusan ini menggambarkan ajakan kita untuk berkreasi dan berkolaborasi, serta bisa menikmati, dan menjunjung tinggi begitu banyaknya kesenian yang ada di Indonesia. Sebagai informasi, bahwa Pasar seni gabusan adalah sebuah pasar yang menyediakan berbagai macam kerajianan khas Bantul. Terletak di Jl. Parangtritis kilometer 9.5 ditandai dengan sebuah ikon unik yang berada didepannya. yakni Replika Gong yang berukuran sangat besar dan telah mendapatkan penghargaan sebagai “ Replika Gong Terbesar di Indonesia” oleh Museum Rekor Indonesia.

 

 

Oleh : Muhamad Rifefan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s