Musik / Pentas | Teater / Sukaenah

Sepenggal Seni Kraton Yogya

Sebuah pohon beringin menyambut saya memasuki kraton Yogyakarta. Suasana kekratonan dapat dengan muda dirasakan, merasuk ke dalam bersama hirupan nafas, dalam payungan Tepas Keprajuritan (depan Alun-Alun Utara), menyisiri sudut-sudut ruangan yang terbuka ditemani dengan suguhan-suguhan kesenian  khas Yogyakarta. Di sebelah Utara dan Selatan terdapat patung, seni lukis, foto, keramik yang berada dalam kotak kaca yang berukuran cukup besar. Semua yang ada didalamnya merupakan pencitraan dan cerminan dari kraton Yogyakarta. Penyajian yang sedemikian rupa terlihat sangat apik dan tidak sedikit yang tertarik untuk memotret dan mengabadikan kesenian tersebut ataupun untuk berfoto dengan kesenian- kesenian tersebut.

Bangunan yang berbentuk persegi ini, dengan puluhan penyangga atapnya, dan gerbang besi yang terhampar mengelilingi Tepas ini dari arah depan dan samping kanan kiri terlihat begitu kharismatik, mengundang setiap orang yang melihatnya untuk bersandang ke dalamnya. Dan tidak hayal dan sia-sia ketika menghampiri tepas ini karena setiap harinya terdapat pertunjukan kekeratonan, baik itu seni gamelan, wayang golek, macapatan, tarian, wayang kulit, dan wayang wong yang tersaji apik dengan gaya keraton.

Sebuah panggung berukuran cukup besar berdiri menggawangi kotak kaca yang berisi benda-benda kesenian, kemudian terdengar suara tabuhan gamelan bereronasasi mengalir begitu saja, menyatu dan masuk dalam kerongkongan, membahana dalam sukma, mempesona dan terhipnotis akannya. Sebuah isyarat-isyarat tubuhpun dapat dirasakan dengan adanya tarian yang dibawakan oleh kelompok tari yang berjumlah delapan (8) orang dengan pakaian khasnya, dibalut dengan gerakan yang lembut namun menunjukan ketegasan.

Mencoba melangkah menikmati kesenian kraton Yogyakarta lainnya, dengan berniat beranjak dari Tepos Keprajuritan menuju Tepas Pariwisata (Regol Keben), namun langkah terhenti ketika saya menanyai salah seorang Abdi Dalem Keraton yang hendak saya minta arah-arahannya, “Tepos Pariwisata terletak disebelah selatan tempat ini, disana ada kereta, tempat-tempat istana dan obyek wisata lainnya, tiket masuknya lima ribu rupiah, tapi sekarang sudah tutup karena sudah jam setengah dua lewat” tuturnya. Saya pun akhirnya mengurungkan niat ke Tepos Pariwisata dan kembali ke Tepos Keprajuritan karena terdapat pameran museum ke istana, dan mengambil beberapa foto. Dan saya bertekad untuk kembali kesana dan mengunjungi Tepas Pariwisata Kraton Yogyakarta.

Oleh Sukaenah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s