David Mahendra / Musik / Pentas | Teater

Seniman Jalanan Sejati di Malioboro

Jalan Malioboro yang memiliki panjang lebih dari 1 kilometer tidak hanya menjadi icon Kota Yogyakarta, tetapi telah menjadi denyut nadi perekonomian warganya. Banyaknya wisatawan yang datang ke Malioboro ini memberikan keuntungan bagi para pedagang maupun bagi orang yang mencari penghidupan lainnya seperti pengamen. Seniman jalanan ini ikut serta dengan para pedagang untuk mengais rezeki di Malioboro.

Salah satu sisi menarik dari Malioboro adalah pengamen jalanannya. Karena pengamen yang dimaksud ini sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat Yogyakarta maupun oleh turis. Pengamen yang ada tidak hanya terdiri dari satu orang saja tetapi mereka membentuk sebuah kelompok musik. Jumlah mereka sekitar 8 sampai 9 orang dalam satu grup.  Mereka tidak mendatangi tempat-tempat  tertentu dan menawarkan diri untuk mengamen lalu meminta uang, tetapi kelompok pengemen ini memilih satu tempat yang menjadi tempat mangkal strategis, untuk bisa tampil dan dilihat oleh banyak orang . Hal ini mempunyai nilai plus karena aktivitas mengamen mereka tidak  mengganggu orang yang sedang belanja atau sekedar makan di Malioboro. Banyak  penonton yang datang melihat aksi  bermusik mereka,terkadang ada beberapa orang yang dengan asyik berjoged mengikuti alunan musiknya.

Musik jalanan memang mempunyai keunikannya sendiri. Kombinasi musik tradisional, nyanyian dan iringan dari seorang penari  membuat banyak mata dan telinga yang tergoda untuk mendekat ke tempat mereka bermain. Salah satu spot di tengah-tengah Malioboro itu menjadi pusat keramaian untuk menonton mereka beraksi. Kehadiran pengamen-pengamen  Malioboro ini banyak dikenal oleh wisatawan yang datang , tidak sedikit dari wisatawan yang merekam video musik mereka dan meng-upload-nya ke situs video youtube.  Gaya bermusik dan mengamen mereka menjadi ciri khas pengamen di jalan Malioboro ini. Mereka benar-benar membawakan sajian musik yang menghibur  dan tidak asal bermain musik dan menyanyi saja tetapi diselingi unsur budaya Jawa. Kelompok pengamen jalanan ini lebih banyak membawakan lagu-lagu seperti lagu pop, lagu dangdut dan jawa. Salah satu lagu yang paling menarik bagi penonton adalah lagu Ayu Ting Ting yang berjudul Alamat Palsu. Kemampuan mereka menarik penonton ini mampu mengubah persepsi masyarakat umum yang cenderung menilai pengamen jalanan itu dengan pandangan negatif, karena bukannya menghibur tetapi malah mengganggu yang kebanyakan dilakukan pengamen di Indonesia.

Menurut Chandra salah satu penonton di tempat itu, “Musik mereka sangat atraktif dan menghibur sehingga saya itu tidak bosan untuk menonton lama-lama. Alunan musiknya enak didengar, apalagi ada penari yang kocak. Pokoknya seru kalo nonton disini” .

Hampir setiap malam kelompok pengamen ini ada di Malioboro. Mereka dalam mengamen sebelumnya  mearansemen ulang dengan gaya musik yang berbeda. Ada hal lain yang membanggakan dari kelompok  seni jalanan ini, yaitu alat musik yang digunakan adalah alat musik asli Indonesia seperti angklung, gendang, dan lain-lain. Penonton dengan asyik ikut bernyanyi dan berjoged. Mereka yang ingin memeberikan uang cukup dengan meletakkan  uagnya  pada sebuah kotak  yang sudah disediakan. Seni musik jalanan seperti ini sangat susah dicari di Indonesia, karena di dalamnya tidak hanya ada unsure seninya saja tetapi juga mencakup budaya dan attitude bangsa Indonesia. Seni jalanan seperti inilah yang pantas kita apresiasi eksistensinya.

 

Oleh : David Mahendra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s