Alva Thoriq Aziz / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior

Menikmati Seni Grafis Sendiri

Keberadaan kota Yogyakarta yang sedemikian kompleks dengan rajutan sejarah dan pertumbuhan kesenian melahirkan sebuah spirit tersendiri. Yang kemudian mendapatkan predikat sebagai salah satu barometer kesenian yang adadi indonesiapada khususnya Jawa. Salah satu bentuk seni rupa yang lahir dari kota ini adalah seni grafis.

Seni grafis adalah salah satu cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya seni grafis dibuat dengan media kertas. Kecuali pada teknik Monotype, proses pembuatannya memungkinkan untuk menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, inilah yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya tersebut dikenal dengan nama ‘impression‘. Seni grafis dibagi menjadi dua bagian, yaitu tradisional dan kontemporer. Media yang digunakan oleh para seniman berupa  tinta berbasis air, cat air, tinta ber-basis minyak, pastel minyak, dan pigmen padat yang larut dalam air seperti crayon Caran D’Ache. Sedangkan objek yang digunakan untuk membuat seni grafis sendiri sangat bermacam-macam, mulai dari  papan kayu, plat logam, lembaran kaca akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi.

Sejalan dengan bergulirnya waktu, seni grafis tradisional mulai ditinggalkan oleh seniman, khususnya di kota – kota besar. Hal ini dikarenakan masyarakat lebih cenderung modern dan berfikiran maju. Akan tetapi, kita tidak boleh lupa bahwa seni grafis dibedakan menjadi duayaitutradisional dan kontemporer. Seni grafis kontemporer dalamperkembangannya cukup pesat mengingat banyaknya aspek sosial, ekonomi, budaya yang sedang terjadiapalagi kota besar.Hal ini membuat seni grafis kontemporer lebih dipilih dari pada seni grafis tradisional. Seni grafis kontemporer dianggap telah mewakili banyak kalangan, khususnya para pemuda yang lebih sering berkreasi dengan menggunakan seni. Awak muda inisering menumpahkan aspirasinya melalui seni grafis kontemporer seperti lukisan, seni kriya, seni patung atau drawing. Dan disisi lain menciptakan karya seni orisinil unik yang membooming. Saat ini, jarang sekali disadari oleh penikmat seni ataupun pekerja seni bahwa tontonan yang kita lihat dilayar kaca adalah sebagian dari pengembangan seni kontemporer yang memadukan berbagai aliran seni kontemporer.

Yogyakarta sebagai salah satu kota yang sumbangsihseninya sangat besar dalam dunia seni grafis kontemporer, sering melakukan pameran-pameran. Biasanya diselenggarakan oleh Pemerintahprovinsi ataupun instansi-instansi pendidikansetempat. Langkah ini dilakukanuntuk mengembangkan seni grafis, yang belakangan ini banyak ditinggalkan oleh kalangan elite.Disamping itu, Yogyakarta sebagai salah satu trade center budayamelakukan langkah-langkah konkrit untuk menunjang para seniman khususnya kontemporer, untuk lebih berkarya didalam maupun diluar kota Yogyakarta. Seperti disediakannya ruang publik untuk menuangkan aspirasi, tempat-tempat khusus yang digunakan untuk suatu perlombaan, dan faktor kebudayaan yang selalu menjunjung tinggi nilai moral.Hal ini yang membedakandengankota-kota lainnya.KatakanlahkotaJakarta, ruang publikuntukseniini dirasa masih sangat kurang yang berakibat sempitnya ruang gerak para senimangrafis untuk menyalurkan aspirasinya. Selain itu, perkembangan zaman yang sangat pesat telah membuat masyarakat cenderung lebih suka menikmati hasil karya dari pada berkaryasendiri.

Oleh : Alva Thariq Aziz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s