Desi Kurnia / Musik / Pentas | Teater

Ketoprak Aseli Jowo

Kesenian adalah salah satu bagian hal yang selalu ditonjolkan untuk memperkenalkan tentang suatu khas daerah yang bersangkutan. Salah satu unsur kebudayaan adalah kesenian, yang merupakan unsur kebudayaan Universal. Kesenian merupakan karya cipta manusia yang mempunyai nilai estetetika. Yogyakarta, salah satu daerah yang sering disebut orang sebagai kota yang sangat berkembang dalam hal kesenian, karena kota yang berpredikat istimewa ini sering sekali menampilkan berbagai pertunjukan dan pameran yang terkait dengan seni. Kesenian Yogyakarta beragam dan sangat semarak. Hal ini disebabkan karena hampir setiap sudut kota Yogyakarta mempunyai hasil karya yang begitu kuat dalam hal seni yang masih kental.

Di Yogyakarta, semua budaya sangat diterima, baik dalam bidang kesenian, sikap, perilaku maupun tradisi dari berbagai pulau pun sangat diterima oleh masyarakatnya. Sehingga posisi kota ini yang banyak orang menyebut sebagai kota budaya yang pluralis menerima sebuah perbedaan dan sangat demokratis. Kultur yang pluralis di Yogya sudah terbentuk, sehingga terdapat satu gelombang emosi yang dikeluarkan secara bersama-sama. Perkembangan kebudayaan Yogyakarta dalam kesenian, masih kental oleh pengaruh keraton. Kesenian tradisional, khususnya seni pertunjukan rakyat tradisional yaitu ketoprak yang dimiliki, hidup dan berkembang dalam masyarakat dan mempunyai fungsi penting.

Kesenian ketoprak merupakan salah satu budaya Jawa, seperti yang diungkapkan oleh salah seorang penduduk Yogyakarta ”Ketoprak itu sebenarnya merupakan salah satu budaya budaya asli Jawa, didaerah lain ada kesenian yang semacam hanya saja penyebutan untuk kesenian ini berbeda-beda”, begitu ungkap bapak Suyoto, warga kampung Ambarukmo yang berusia 70 Tahun tersebut. Ketoprak sendiri merupakan suatu kesenian pertunjukan yang seni pertunjukan rakyat tradisional yang sangat terkenal, khusunya untuk daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY. Sebutan ketoprak sendiri untuk setiap daerah berbeda-berbeda, seperti di Jawa Timur ketoprak sangat familiar dengan sebutan Ludruk.

Beberapa orang berpendapat bahwa ketoprak itu sama dengan ludruk, disini dapat dijelaskan bahwa ada beberapa point yang membedakan kedua seni pertunjukkan tersebut. Perbedaan mencolok antara ketoprak dan ludruk adalah sajian ceritanya. Dalam hal ini ketoprak biasanya menampilkan cerita seputar kraton dan para raja atau sejarah Jawa, sedangkan ludruk menampilkan cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari. Sedangkan salah satu kesamaan dari seni pertunjukan ini adalah sandiwara yang diselingi dengan lagu-lagu Jawa dan diiringi dengan gamelan yang mengiringiya.

Oleh : Desi Kurnia .W

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s