Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Listyaning Restiti

Eksterior Jogja Punya

Kesenian cerminan sebuah estetika, dan keindahan itu melekat pada setiap sisi kehidupan. Tak hayal jika kita sering mendengar kata kesenian. Di Indonesia telah bermunculan beraneka ragam macam kesenian, Yogya salah satunya yang dielu-elukan sebagai kota seni budaya nya. Yogya menawarkan berbagai macam kesenian dengan ciri khas tersendiri yang menjadikan nilai jual lebih di mata wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Yogya memiliki nuansa yang kental dengan adat istiadat keraton. Di kota Yogyakarta ini kita dapat dengan mudah menemukan bangunan-bangunan bersejarah berbau keraton yang belum mengalami perubahan besar. Bangunan-bangunan yang berdiri kokoh di sepanjang jalan sebagian besar merupakan peninggalan pada masa lampau yang masih terjaga keaslian dan keasriannya. Bangunan tersebut tersaji apik dengan desain eksterior yang khas dan memiliki keunikan tersendiri.

Desain eksterior dapat didefinisikan sebagai perencanaan, tata letak dan berbagai pengaturan fisik bagian luar dari sebuah bangunan sehingga bangunan tersebut mengandung nilai estetika yang tinggi. Salah satu contoh bangunan di Yogya yang memiliki desain eksterior yang khas adalah Rumah Pesik yang berada di kawasan Kotagede kepunyaan Rudy J. Persik. Menurut Ishadi Utomo, sesepuh di Kotagede “Rumah Pesik merupakan bangunan kuno yang belum pernah mengalami perubahan besar, selain itu tembok Rumah Pesik ini dirancang sesuai dengan nuansa Yogya diukir tebal dan indah, disalah satu pintunya terdapat prasati yang berisi mantan Presiden Polandia yang pernah menginap di sana”

Pada umumnya bangunan-bangunan yang ada di Yogya memiliki warna yang terkesan tenang dan elegan serta memiliki arti dalam setiap warnanya. Seperti putih, abu-abu dan coklat. Yogya masih mengedepankan kesucian dengan berbagai ritualnya, hal ini dilambangkan dengan warna putih. Selain itu Yogya mencintai ketenangan yang dilambangkan dengan warna abu-abu. Sedangkan warna coklat diambil dari warna batang pohon yang merupakan bahan dasar dari pembuatan gamelan. Kemudian warna-warna lain sebagai pendukung agar bangunan tampak indah.

Dinding pada bangunan-bangunan Yogya tidak dibiarkan putih kosong begitu saja, melainkan diberi sentuhan tangan semacam pahatan atau ukiran tebal yang menceritakan kehidupan masyarakat Yogya pada masa itu.

Desain eksterior bangunan-bangunan Yogya dirancang sesuai dengan nuansa mebel antik Jawa dan ragam antik lainnya yang menambah keindahannya. Bangunan Yogya pada umumnya dibangun dengan bangunan khas Jawa, yang memiliki ukiran dan gerbang membentuk seperti sulur.

Oleh : Listiyaning Restiti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s