M. Adhin Nugroho / Musik / Pentas | Teater

Rapa’I Geleng Seniman Perantauan Atjeh (Pelestarian Budaya di tanah perantauan)

Aceh merupakan daerah istimewa yang memiliki kesenian yang beraneka ragam. Hal inilah yang membuat Aceh terkenal di Indonesia maupun dunia internasional. Oleh karena itu perlunya pelestarian terhadap kesenian tersebut. Hal ini memotivasi terbentuknya organisasi Seniman Perantauan Atjeh (SEPAT) yaitu organisasi yang menghimpun keluarga besar Aceh yang bergerak dalam bidang kesenian. Sepat didirikan pada 12 Februari 2008 oleh mahasiswa Aceh di Yogyakarta yang potensial dan peduli terhadap kesenian Aceh. SEPAT yang bertempat di Balee Gadeng jalan Kartini no.1 Sagan Yogyakarta, sudah dikenal di lingkungan masyarakat Yogyakarta karena sering diundang berpartisipasi dalam acara baik sifatnya formal maupun hiburan. Tarian aceh sangat beragam macamnya ada tarian Saman, Laweut, Tarek Pukat, Cangklak, Meusago, Seurune, Kalee, Daboh, Seudati, Rapai Geleng, Meuseukat, Ranub Lampuan, Likok Pulo, Ratoh Duek dan masih banyak lainnya.Sedangkantarian yang dikembangkan di dalam sanggar SEPAT adalah tari Ranup Lampuan, Saman Gayo, Likok Pulo, Rapa’i Geleng dan Ratoh Duek.

Salah satu tarian yang paling menarik dan unik adalah tari Rapa’i Geleng. Rapa`i Geleng pertama kali dikembangkan pada tahun 1965 di Pesisir Pantai Selatan. Rapai adalah salah satu alat tabuh seni dari Aceh. Nama Rapa`i diadopsi dari nama Syeik Ripa`i yaitu orang pertama yang mengembangkan alat musik pukul ini. Permainan Rapa`i Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat. Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair (lagu-lagu) yang dinyanyikan, kustum dan gerak dasar dari unsur tarian meuseukat. Fungsi dari tarian ini adalah syiar agama, menanamkan nilai moral kepada masyarakat, dan juga menjelaskan tentang bagaimana hidup dalam masyarakat sosial.

Jenis tarian ini dimaksudkan untuk laki-laki. Biasanya yang memainkan tarian ini ada 12 orang laki-laki yang sudah terlatih. Syair yang dibawakan adalah sosialisasi kepada mayarakat tentang bagaimana hidup bermasyarakat, beragama dan solidaritas yang dijunjung tinggi.

Tarian Rapai Geleng ada 3 babak yaitu:

  1. Saleum(Salam)
  2. Kisah (baik kisah rasul, nabi, raja, dan ajaran agama)
  3. Lani (penutup)

Dalam tari Rapa’I Geleng dipimpin oleh seorang Syahi, syahi adalah seorang yang mengiringi tarian Rapa’i. Syair yang dibawakan tergantung pada Syahi. Hingga sekarang syair-syair itu banyak yang dibuat baru namun tetap pada fungsinya yaitu berdakwah.

Beberapa bentuk syair dalam Tarian Aceh:

Alhamdulilah Pujo Keu Tuhan,

Nyang Peujeut Alam Langet Ngon Donya,

Teuma Seulaweut Ateuh Janjongan,

 Panghulee Alam Rasul Ambiya

(Segala Puji kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan dunia selawat dan salam pada junjungan penghulu alam Rasul Ambiya).

Doda idi hai doda idang

Geulayang balang ka putoh talo

Beureujang rayeuk banta siding

Jak tulong prang musoh nanggro

(doda idi hai doda idang –nyanyian nina bobo untuk anak-layangan sawah telah putus talinya cepatlah besar wahai ananda pergilah, perangi musuh negeri).

Meskipun SEPAT tergolong sanggar kesenian yang masih muda di Yogyakarta,tetapi prestasi yang telah dibuat sangatlah membanggakan. Telah banyak event-even yang mereka ikuti baik di dalam Yogyakarta maupun di luar Yogyakarta, event di dalam lingkup Yogyakarta yang pernah mereka ikuti seperti: Joggja City of Tolerance, International Ethnic Culture Festival, Jogja Java Carnival, Dinamika Anak Tambang UPN dan mendapatkan “The Best Perform” Juara satu dalam Event tersebut, dan masih banyak event lainnya yang telah mereka ikuti. Sungguh merupakan prestasi luar biasa yang mereka lakukan di kota pelajar dan kebudayaan Yogyakarta ini.

Bagi teman-teman semua yang tertarik untuk  mendalami dan mempelajari tari Rapa’I geleng dan tari aceh lainnya, teman-teman dapat menemui teman-teman Seniman Perantauan AtJeh di sekretariatan mereka yangf bertempat di Balee Gadeng jl. Kartini no.1 Sagan Yogyakarta

By : M. Adhin Nugroho

Berikut adalah video penampilan mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s