Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Listyaning Restiti / Seni Rupa

-Sub Headline- SADEWA, Karya Dari Sebuah Kritik

Yogyakarta memanglah sudah terkenal sebagai kota pelajar sejak dahulu. Tak hanya pendidikan dibidang ilmu pasti ataupun sosial namun juga dalam bidang seni. Banyak kampus di Yogyakarta yang berkonsentrasi pada bidang seni dengan organisasi, komunitas maupun UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) sebagai salah satu wadah penunjang bagi mahasiswa untuk menyalurkan hobi, minat maupun bakatnya. Diantaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki segudang komunitas, Sadewa sebagai salah satu contoh perwujudan komunitas UIN yang menggeluti dunia design. Nama Sadewa berasal dari salah satu tokoh pewayangan pandhawa lima. Nama ini diambil selain karena penokohannya, juga mengambil nama yang singkat, simpel dan mudah diingat. Sadewa (Satuan Design Mahasiswa) berdiri di bawah naungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) khususnya PMII Humaniora Park. Sadewa berdiri menjawab kegelisahan mahasiswa yang memang berminat besar dalam dunia design yang pada saat itu komunitas atau organisasi design sangat sulit ditemui di kampus ini. Hingga pada tahun 2009 sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII Humaniora Park berpikir bagaimana menyalurkan hobi design mahasiswa yang kuat ke dalam sebuah komunitas yang konsisten, dan kemudian lahirlah komunitas Sadewa.

Pada awal pembentukannya, anggota Sadewa hanya dari PMII Humaniora Park namun dalam perkembangannya kini komunitas ini telah membuka lebar sayapnya untuk menerima anggota di luar PMII Humaniora Park, bahkan diluar kampus UIN. Hal terpenting yang harus dimiliki oleh anggota Sadewa adalah kemauan untuk belajar bersama mengembangkan kreatifitas dari masing-masing individu terutama dalam hal design.

Hal yang cukup unik sekaligus merupakan karakteristik dari komunitas Sadewa adalah tema yang usung merupakan hasil dari diskusi yang kemudian divisualisasikan dan didesign sedemikian rupa ke dalam sebuah bentuk karya. Karya komunitas Sadewa juga lebih terfokus pada nilai-nilai sosial atau kritik sosial, bukan sekedar design dengan sesuka hati mereka. Jika UIN Sunan Kalijaga terjadi demonstrasi, maka akan menambah bahan tema Sadewa sebagai aksi protes birokrat kampus, dan hal ini menjadi contoh cara demonstrasi yang peacefull.

Kini dengan usianya yang seumur jagung, Sadewa telah mengalami perkembangan pesat. Tidak hanya dunia design, Sadewa pun mulai menitih jalannya di bidang fotografi dan juga perfilman.

Kegiatan Sadewa diantaranya adalah pelatihan rutin dua minggu sekali pada hari Jum’at sore yang bertempat di Gowok. Dalam pelatihan rutin ini didatangkan praktisi atau ahli design, misal saja dari Universitas ISI.

Reported By Listiyaning Restiti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s