Dani Safitri / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Seni Rupa

Pesona Khot Arab UIN Sunan Kalijaga

Adanya Unit Kegiatan  Mahasiswa (UKM) di universitas adalah sebuah kewajaran. Begitu pula kiranya di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta. Selain sebagai media penunjang minat dan bakat mahasiswa, UKM  sendiri dapat melahirkan para bintang dengan skill-yang telah dikembangkan didalam UKM tersebut. Bahkan tidak jarang mereka para mahasiswa yang cenderung lebih menyukai dan memperdalam ilmunya di UKM yang diikutinya daripada didalam aktivitas akademik.

Seni lukis arab atau yang kerap disebut dengan seni kaligrafi adalah satu dari lima divisi yang ada di UKM JQH (Jam’iyyatul Qurra wal-Huffadz) AL-Mizan UIN SUKA. Divisi kaligrafi  ini ada sejak 12 tahun silam, yang konon didirikan oleh beliau-beliau para pelopor kaligrafi. Mereka adalah mas Robeth Nasrullah (seniman nasional) yang dibantu oleh mas Suryadi, mas Nurul Huda, mas Edi Supriyanto, dan mas Solikhul Hadi. Berkat keringat dingin merekalah, eksistensi seni kaligrafi di UIN bukan hanya sekedar angin lalu saja. Hal ini tentunya didorong oleh sederet prestasi gemilang yang telah diraih para anggotanya. Baik dalam perlombaan tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan bahkan internasional.

Kegiatan rutin yang ada dalam UKM ini adalah latihan rutin anggota yang dilakukan 2 kali dalam seminggu. Latihan ini bertempat di sanggar Pusat Studi Kaligrafi, atau lebih tepatnya di gedung Kopma (koperasi mahasiswa) lantai 3. Selain itu, mengadakan event pameran karya juga menjadi kegiatan yang harus dan wajib ada dalam catatan sejarah kaligrafi Al-mizan. Beberapa pagelaran pameran karya yang telah dilakoninya adalah Pameran Seni Rupa “KOREKSI” di benteng Vredeburg Yogyakarta 2003, pameran instalasi kaligrafi FKY XVI-Sastra Yogyakarta 2004, dan masih sangat banyak lagi pemeran yang telah digelar oleh divisi keempat di UKM Al-mizan ini.

Satu kegiatan yang sangat menarik dari sekian banyak rutinitas yang dilakukan divisi kaligrafi Almizan ini adalah diadakannya diskusi seni dengan seniman-seniman Yogyakarta seperti  Bahrum Bunyamin, Hadi Masruri, Humaidi Ilyas, Saiful Adnan, Amri Yahya, Mike Susanto, Hendra Buana, Yetmon Amir dan Zuliati. Kegiatan semacam ini tentunya sangat mampu menambah wawasan, pengetahuan, dan yang paling penting adalah menambah pengalaman bagi calon generasi kaligrafer bangsa pada khususnya.

Reported By Dani Safitri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s