Eti Purnaningrum / Musik / Pentas | Teater / Seni Pertunjukan

Sindensia Yogya

Apakah Anda pernah mendengar kata Sinden atau penyinden? Kita akan langsung membayangkan sinden itu identik memakai pakaian kebaya lengkap dengan selendang dan sanggulnya. Seorang sinden bernyanyi dengan diiringi alunan musik bernuansa Jawa klasik, biasanya ada pada acara tari-tarian daerah, gamelan, karawitan, mocopatan, pernikahan pada adat Jawa, uyon-uyon (instrument Jawa), dan wayang. Sinden adalah seorang penyanyi wanita  yang membawakan lagu gendhing Jawa dengan menggunakan kregel (cengkok) tersendiri  yang diiringi oleh gamelan (alat musik Jawa) .

Pesinden tidak harus keturunan orang dalam keraton. Tidak menutup kemungkinan seorang  sinden adalah dari orang luar keraton ataupun orang yang memang  berbakat dalam seni nyinden ini. Ada tehnik-tehnik tersendiri dalam menyanyikan lagu berirama Jawa klasik ini. “Tidak harus seorang abdi dalem keraton jika ingin menjadi sinden,tapi lebih pada bakat seseorang yang mampu menyanyikannya dengan pas” , penuturan dari Ibu Amirul, lulusan Jurusan Sastra Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang sedang bertugas menjadi penyambut tamu dalam pertunjukan keraton (14/10/12).

Peran seorang sinden dalam acara-acara yang bernuansa Jawa sangatlah penting. Seperti  pertunjukan tarian dan wayang, baik wayang kulit, golek ataupun wayang orang.  Gendhing atau alunan lagu tradisional jawa yang dibawakan oleh sinden adalah merupakan isi atau cerita yang syarat akan makna disetiap penampilan yang diiringi oleh gamelan dan sinden.

Yogyakarta sendiri adalah kota yang  melahirkan pesinden muda yang berbakat. Soimah Pancawati atau biasa disapa dengan panggilan Imah yang biasa kita lihat di layar kaca TV , ia adalah seorang pesinden dari Jogja. Kemampuannya mengalunkan gendhing jawa sudah tidak diragukan lagi. Selain pandai menyinden ia juga pandai menari, yang ia dapat dari padepokan Tari Bagong Kussudiarjo. Imah adalah mahasiswa lulusan Institut Kesenian Indonesia Yogyakarta, yang sekarang bernama Institut  Seni Indonesia (ISI). Sinden berbakat lainnya adalah Eni Larasati, mahsiswa Jurusan Seni Karawitan, di ISI Yogyakarta ini mendapat predikat sinden termuda (24) dan berbakat di Belgia.

Berbicara tentang sinden, maka tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. Dalam Keraton setiap harinya ada sinden yang mengiringi jalannya pertunjukan seni. Pertunjukan seni tradisional Jawa yang biasa ditampilkan seperti mocopatan, wayang kulit, wayang orang, karawitan, wayang golek dan tari. Dari semuanya itu menampilkan sinden untuk mempercantik dan memperbagus alunan musik dan gerakan penari. Sinden akan menyanyikan gendhing sesuai dengan cerita yang tersirat dalam tarian, misalnya. Dan memberikan nuansa tersendiri pada warna lagu tradisional klasik ini.

Reported by : Eti P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s