Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Ryan Afranata / Seni Rupa

Potret Ngayogyakarta dalam Museum Kraton

Kota Gudeg atau Yogyakarta memiliki peradaban dan bangunan bersejarah diantaranya adalah Kraton Yogyakarta. Kraton yang  dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1756, merupakan salah satu Kraton tertua di Indonesia yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Kata Kraton sendiri berasal dari ka-ratu-an yang berarti tempat tinggal raja atau ratu, tempat yang terhitung istimewa karena merupakan tempat tinggal orang nomor satu di sebuah kerajaan.

Kendatipun demikian penulis ingin mengajak pembaca untuk mengintip ke dalam bangunan istimewa tersebut. Kraton Yogyakarta menyimpan ribuan karya seni dan berbagai macam perkakas kerajaan yang tentunya memiliki nilai sejarah dan seni yang tinggi. Berbagai macam karya seni tersebut disimpan dalam beberapa museum Kraton Yogyakarta dengan kekhasan yang dimiliki dari tiap-tiap museum tersebut.

Museum batik salah satunya, menurut abdidhalem museum yang didirikan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII ini menyimpan semua motif batik yang ada di Yogyakarta. Tidak hanya itu, motif batik dari Solo, Pekalongan, Madura dan berbagai daerah Indonesia lainnya juga diabadikan di museum ini. Hal unik yang menyita mata dari museum batik ini adalah sebuah sumur tua yang terdapat ditengah-tengah ruangan dan didalamnya terdapat banyak uang logam. Menurut abdidalem yang enggan menyebutkan namanya, dulu museum batik ini merupakan bangunan biasa dan sumur tersebut dulunya digunakan untuk keperluan sehari-hari Kraton, namun sekarang museum tersebut menjadi tempat pengabadian batik dan sumur tersebut kadang dipersepsikan orang sebagai sumur yang azimat. Banyak wisatawan yang mempunyai kepercayaan bahwa dengan melempar uang logam ke dalam sumur maka akan membuka pintu rezeki, sehingga ketika melihat ke dalam sumur akan terlihat kilauan dari uang logam yang sangat banyak jumlahnya. Meskipun begitu pihak kraton tidak menutup sumur tua tersebut secara keseluruhan dikarenakan terdapat sebuah mitos “jika menutup sumur, artinya sama dengan kita menutup pintu rezeki”.

Tidak jauh dari museum batik terdapat ruangan lukisan, ruangan ini dipakai sebagai tempat penyimpanan lukisan-lukisan Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X. tidak hanya itu, diruangan ini juga terdapat lukisan-lukisan keluarga kerajaan, patih, bahkan lukisan prajurit kerajaan dari berbagai zaman. Di tempat ini kita dapat mengetahui cerminan kehidupan dan kewibawaan raja-raja terdahulu.

Selanjutnya yepat didepan ruangan lukisan terdapat ruangan Prenggodani, yang artinya ruangan putra mahkota. Pada awalnya ruangan ini merupakan tempat tinggal putra mahkota, namun pada saat ini ruangan tersebut telah beralih fungsi menjadi tempat pameran lukisan. Berbeda dengan ruangan lukisan, di ruangan Prenggodani berjejer lukisan-lukisan dengan ukuran yang sangat besar. Tidak hanya ukuran yang besar, lukisan-lukisan yang terdapat di ruangan Prenggodani ini juga istimewa karena dilukis oleh Raden Saleh, seorang tokoh yang telah memperkenalkan pada seluruh dunia bahwa putra Indonesia memiliki seni lukis yang bernilai tinggi.

Setelah wisatawan dimanjakan dengan berbagai macam karya lukis “aseli” Indonesia, wisatawan juga disuguhkan museum Kristal yang merupakan tempat penyimpanan berbagai macam barang unik yang terbuat dari Kristal. Dalam museum ini terdapat puluhan benda-benda unik yang kesemuanya merupakan cinderamata dari Negara lain kepada Sri Sultan Humengku Buwono VI,VII dan VIII. Dari sekian banyak museum yang terdapat di dalam Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, terdapat sebuah museum yang dikhususkan untuk menyimpan segala hal yang berhubungan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Sebagaimana yang telah diketahui, Sri Sultan Hamengku Buwono IX  memiliki banyak keistimewaan dan juga sumbangsih besar terhadap Negeri ini. Beliau pernah menjadi Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, Wakil Presiden Indonesia, Bapak Pramuka Indonesia, dan masih banyak jabatan-jabatan penting lainnya. Beliau yang memiliki nama kecil Gusti Raden Mas Dorojatun juga pernah mengenyang pendidikan di Belanda kurang lebih selama tujuh tahun. Dan pada masa pemerintahan beliau lah lahir Universitas tertua di Indonesia yakni Universitas Gadjah Mada.

Karena jasa beliau yang begitu besar terhadap negeri ini, maka didirikanlah museum khusus untuk beliau. Dalam museum ini terdapat foto-foto lengkap Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dari beliau kecil hingga beliau dewasa. Kita dapat melihat berbagai macam benda yang beliau gunakan semasa hidup. mulai dari benda-benda penting seperti pakaian perang ,sampai peralatan sehari-hari yang beliau gunakan seperti kompor dan peralatan memasak.

Banyak lagi tempat yang memiliki nilai sejarah dan nilai seni yang tinggi di Kraton Yogyakarta, namun akan lebih baik jika rasa ingin tahu para pembaca diobati dengan langsung mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selamat datang di Kraton Yogyakarta.

Reported By Ryan Afranata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s