Musik / Pentas | Teater / Seni Pertunjukan / Sukaenah

Narayana Jadi Ratu

Keraton Yogya memiliki rutinitaas setiap harinya dalam menampilkan kebudayaan-kebudayaan Jawa khas Keraton Yogyakarta. Sabtu, 13 Oktober 2012 saya dan rekan saya mencoba menulusuri area keraton, dari Tepas Keprajuritan ke Tepas Pariwisata dengan berjalan kaki. Dan akhirnya kita menemukan satu pertunjukan kesenian Jawa khas Keraton yakni wayang kulit. Hampir empat jam kami mengikuti pementasan wayang kulit ini, tapi tak jua kita faham akan makna daripada pementasan wayang kulit tersebut secara keseluruhan. Banyak kendala yang kita hadapi ketika akan menyimpulkan makna pementasan tersebut dan kendala terbesar adalah minimnya kosakata bahasa Jawa kuno yang kami ketahui. Sehingga membuat kita kelabakan untuk menarik kesimpulan akan unsur-usur yang terdapat dalam pementasan wayang kulit tersebut.

Hingga di akhir-akhir acara, akhirnya kita mendapatkan informasi mengenai cerita wayang kulit yang diangkat pada saat itu, yaitu dalang wayang kulit itu sendiri. Dikisahkan cerita tentang “Narayana Jadi Ratu” yang merebut kekuasaan negara Dwarawati dari tangan Prabu Yudakalakrena, karena dulunya Prabu Yudakalakrena ini merebut kekuasaan negara Dwarawati dari tangan Prabu Basudewa, ayah dari Narayana.

Narayana yang pada saat dewasa dan menjadi Raja Dwarawati mendapat gelar “Sri Kresna”. Karakter Narayana dalam pewayangan merupakan seorang Raja yang sangat sakti dan bijaksana. Seniornya, seperti Resi Bhisma dan Dharna pun sebelum perang Bharatayuda pernah mengatakan bahwa satu-satunya tokoh yang mereka takuti di pihak Pandawa adalah Sri Kresna. Hal ini merupakan sebuah tanda dari generasi tua terhadap kehebatan generasi mudanya. Sri Kresna pantas ditakuti karena semua orang sadar bahwa dia adalah titisan dari Betara Wisnu. Dalam mitologi, Betara Wisnu ini bisa dikatakan sebagai utusan dari Betara Shiwa – pimpinan para Dewa.

“ini kan ceritanya bedhaing negara Dwarawati (runtuhnya negara Dwarawati) karena diminta oleh Narayana, watak Narayana ya baik, dia kan Kresna yang merupakan titisan Betara Wisnu sebagai pengayom. Jadi ya sebenarnya watak Narayana ini bagus” Ujar bapak Giatno Darmo Gundolo, dalang wayang kulit keraton Yogyakarta.

Reported By Sukaenah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s