Derry Ardian Prabowo / Musik / Pentas | Teater / Seni Pertunjukan

Karawitan yang Melegenda

Sejarah musik karawitan sebenarnya sudah ada sejak zaman kerajaan, tepatnya pada kerajaan Majapahit. Dalam mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru di era Saka 167 (c. AD 230). Dewa yang memerintah sebagai raja dari seluruh Jawa dari sebuah istana di pegunungan Maendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu ). Dia membutuhkan sinyal untuk memanggil dewa-dewa dan dengan demikian menciptakan gong. Untuk pesan yang lebih kompleks, ia menemukan dua Gong yang lain, sehingga membentuk set gamelan yang asli. Gambar awal dari sebuah ansambel musik ditemukan pada abad ke-8. Alat musik seperti seruling bambu, lonceng, drum dalam berbagai ukuran. Namun, tidak memiliki metalofon dan xylophone. Namun demikian, gambar dibawah ini ansambel musik yang disarankan untuk menjadi bentuk gamelan kuno.

Dalam istana Jawa adalah ansambel yang dikenal tertua, Munggang dan Kodokngorek gamelan, rupanya dari abad ke-12. Ini membentuk dasar dari sebuah “gaya keras”. Sebuah berbeda, “gaya lembut” yang dikembangkan dari kemanak tradisi dan berhubungan dengan tradisi bernyanyi puisi Jawa , dengan cara yang sering diyakini mirip dengan kinerja modern Bedhaya tari. Pada abad ke-17, ini gaya keras dan lembut campuran, dan untuk sebagian besar berbagai gaya modern gamelan Bali, Jawa, dan Sunda dihasilkan dari berbagai cara pencampuran elemen-elemen ini. Jadi, meskipun tampak keragaman gaya, banyak konsep teoretis yang sama, instrumen, dan teknik yang dibagi antara gaya.

Alat-alat musik yang digunakan  dalam seni musik tradisional karawitan adalah :

  1. Bonang

Bonang terbagi dari 3 macam yaitu bonang barungbonang panembung, dan bonang penerus. Bonang mempunyai bentuk seperti “ceret” atau “pot” yang ditempatkan secara horizontal ke string dalam bingkai kayu, baik satu atau dua baris lebar. Semua ceret memiliki bos pusat/tonjolan di tengahnya. Dan jika bos pusat tersebut dipukul akan menimbulkan bunyi.

  1. Celempung

Celempung adalah instrumen kawat petik, yang dibingkai pada semacam gerobongan (juga berfungsi sebagai resonator) yang berkaki dua pasang, bentuknya hampir mirip seperti belalang. Dan di atasnya terdapat kawat–kawat vertikal membentuk seperti sikat gigi. Kawatnya terdiri dari tiga-belas pasang, ditegangkan antara paku untuk melaras (di atas) dan paku-paku kecil (di bawah). Kepingan metal diletakkan di sisi atas gerobongan, sebagai jembatan pemisah kawat-kawat. Celempung dimainkan dengan jari jempol tangan kiri dan kanan, sedangkan jari yang tangan lainnya dipakai sebagai penutup kawat-kawat yang tidak dipetik.

  1. Gambang

Gambang merupakan instrumen yang terbuat dari bilah-bilah kayu yang dibingkai pada gerobongan yang juga berfungsi sebagai resonator. Bentuknya hampir mirip batu nisan di makam-makam Jawa. Dan terdapat bilah-bilah kayu di atasnya. Bilahnya berjumlah tujuh-belas sampai dua-puluh bilah. Gambang dimainkan dengan tabuh berbentuk bundar dengan tangkai panjang biasanya dari tanduk, dan ditabuhkan di atas bilah-bilah kayu tersebut.

  1. Gender

Gender merupakan instrumen yang terdiri dari bilah-bilah metal yang ditegangkan dengan tali di atas bumbung-bumbung resonator. Bumbung resonator ini tercipta dari bambu-bambu yang bentuknya silinder yang ditata secara sejajar horisontal. Jika dilihat dari sisi muka bentuknya berupa persegi panjang.

  1. Gong

Gong merupakan instrumen yang digantung, berposisi vertikal. Bentuk gong bulat dan berukuran besar atau sedang. Di tengahnya terdapat bos pusat/tonjolan, yang biasa ditabuh di bagian tengah-tengah bos pusatnya itu, dengan tabuh bundar berlapis kain.

  1. Kemanak

Kemanak adalah instrumen yang berbentuk seperti sendok. Sendok yang terbuat dari kuningan. Bentuknya simple, enteng, dan mudah dibunyikan. Cara membunyikannya dengan saling mengetukkan/saling dipukulkan.

  1. Kendhang

Kendhang mempunyai bentuk simetris, yang bentuknya seperti tabung, dengan bersisi dua dengan sisi kulitnya ditegangkan dengan tali dari kulit atau rotan ditata dalam bentuk “Y”, yang diletakkan di atas bingkai kayu (plankan) pada posisi horisontal.

 

  1. Kenong

Kenong adalah satu set instrumen jenis gong yang bentuknya hampir mirip dengan bonang, yang bentuknya seperti ceret dan ditengahnya terdapat bos pusat/tonjolan. Namun yang berbeda adalah jumlahnya lebih sedikit dibanding dengan bonang. Kenong berposisi horisontal yang ditumpangkan pada tali yang ditegangkan pada bingkai kayu.

  1. Kethuk-Kempyang

Kethuk-Kempyang adalah dua instrumen jenis gong yang berukuran kecil. Namun bentuknya juga seperti bonang dan kenong, bulat dan di tengahnya terdapat bos besar/ tonjolan, jika dipukul akan menghasilkan bunyi. Kethuk lebih kecil dbanding kenong ukurannya, namun lebih tinggi. Sedangkan kempyang agak besar pendek dan melebar. Ditempatkan pada posisi horisontal, ditumpangkan pada tali yang ditegangkan pada bingkai kayu.

  1. Rebab

Rebab merupakan instrumen kawat gesek dengan 2 kawat yang ditegangkan pada selajur kayu dengan badan bentuk hati. Badan yang berbentuk hati itu terbuat dari tempurung kelapa. Yang kemudian ditutup dengan membran (kulit tipis) dari babad sapi.

  1. Saron

Saron merupakan instrumen yang berbentuk bilahan dengan enam atau tujuh bilah, yang ditumpangkan pada bingkai kayu yang juga berfungsi sebagai resonator. Instrumen ini ditabuh dengan tabuh yang dibuat dari kayu dan tanduk. Dan tabuhnya berbentuk seperti palu.

  1. Slenthem

Menurut konstruksinya, slenthem termasuk keluarga gender, malahan kadang-kadang ia dinamakan gender panembung. Tetapi slenthem mempunyai bilah sebanyak bilah saron yaitu 7 bilah. Slenthem mempunyai bentuk seperti kijing makam yang berwarna kuning emas.

  1. Suling

Suling adalah alat musik dari keluarga alat musik tiup kayu. Instrumen Suling berupa potongan bambu yang pendek dan di tubuhnya terdapat lubang-lubang yang dapat menghasilkan suara jika ditutup salah satunya secara bergantian sambil ditiup di bagian ujungnya.

By Derry Ardian P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s