Marisa Bikriy Azkiya / Musik / Pentas | Teater / Seni Pertunjukan

-Headline- Berwisata Seni Seminggu Khas Yogya

Keraton Yogyakarta dengan segala adat istiadat dan budayanya sudah menjadi roh kehidupan asli masyarakat Yogyakarta. Kerajaan Jawa ini juga menjadi objek utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kita tidak hanya bisa menikmati keindahan dari sisi peninggalan arsitektur bangunan dan adat istiadat yang ada di dalamnya, tetapi juga dari kesenian tradisional yang setiap hari ditampilkan. Kesenian tradisional tersebut seperti karawitan, pewayangan, sendratari, gamelan (uyon-uyon),  macapat, dan karawitan.

Salah satu kesenian yang diselenggarakan di Keraton Yogyakarta adalah karawitan. Seni pertunjukan ini merupakan gabungan dari alunan musik gamelan dan menyanyi. Karawitan berasal dari bahasa Sansekerta “rawit” yang berarti halus. Menyaksikan pertunjukkan ini dapat diibaratkan menghirup nilai – nilai ideal musik Jawa tepat di tempatnya, Keraton Yogyakarta. Pertunjukan karawitan khas Yogya ini dapat dinikmati rutin setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis. Pada hari tersebut kita bisa menikmati gending-gending khas Yogya yang halus dan lembut.

Kesenian selanjutnya yang ditampilkan di dalam Keraton Yogyakarta adalah wayang golek. Wayang golek adalah seni pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu. Wayang golek di Yogyakarta terkenal dengan nama Wayang Golek Menak. Seorang dalang memainkan pertunjukan Wayang Golek Menak di Bangsal Srimanganti, Keraton Yogyakarta. Pertunjukan Wayang Golek Menak rutin dilakukan setiap hari Rabu bertujuan untuk memberikan hiburan dan pengenalan budaya asli Indonesia kepada wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke tempat yang kental akan adat Jawa ini.

Seni gamelan dan sendratari klasik juga rutin diselenggarakan pada setiap hari Kamis. Dalam pertunjukan ini, kita dapat menyaksikan falsafah hidup orang Jawa melalui musik. Itulah yang akan didapatkan ketika menyaksikan pertunjukkan gamelan ditempat ini. Mendengarkan irama gamelan, seperti mendengarkan alunan keselarasan yang menenangkan dan menentramkan jiwa. Pertunjukan ini dimulai pada jam satu pagi dan berakhir pada jam 12 siang.

Pagelaran macapat merupakan pementasan puisi Jawa yang diiringi oleh gamelan. Puisi ini dilantunkan seperti lagu yang memiliki aturan dan bentuk tertentu. Ada tujuh jenis lagu dalam macapat; seperti dhandanggula, sinom, asmarandana, dan kinanthi. Tiap-tiap lagu memiliki jumlah lirik dan bunyi yang disebut guru. Pagelaran ini dapat dinikmati rutin pada setiap hari Jum’at di Keraton Yogyakarta.

Wayang kulit adalah mahakarya seni pertunjukan Jawa yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO. Seorang dalang memainkan wayang yang terbuat dari kulit kerbau di balik layar yang terbuat dari kain putih, sehingga para penonton hanya dapat melihat bayangannya saja. Itulah sebabnya pertunjukan ini dinamakan wayang, yang berasal dari kata “bayang“. Daya tarik pertunjukan wayang kulit terletak pada kelincahan ki dalang memainkan berbagai tokoh wayang sekaligus dengan gerakan yang atraktif, mengubah karakter suara, berganti intonasi, melontarkan guyonan dan bahkan bernyanyi. Keraton Yogyakarta rutin menyambut hari Sabtu setiap minggunya dengan pagelaran wayang kulit ini. Wayang kulit khas Yogya berpawakan sedikit gemuk berbeda dengan wayang kulit di Solo dan daerah lainnya. Wayang kulit gagrak Yogya biasanya menampilkan kisah Ramayana atau Mahabharata. Pagelaran ini dimulai pada jam 10.00 dan berakhir pada jam 13.00 .

Wayang orang merupakan seni teater tradisional Jawa yang memadukan unsur drama, tari, dan musik. Aktor dalam pertunjukan ini berdandan menyerupai tokoh wayang kulit yang diperankannya. Cerita dalam pertunjukan wayang orang selalu mengambil tema dari kisah Mahabharata atau Ramayana. Seperti yang telah dijelaskan di awal, kesenian Kraton Yogyakarta mempunyai khas tersendiri yakni gagrak Yogyakarta. Orang yang melakoni tokoh pewayangan berdandan khas Yogya mulai dari pakaian, sanggul, blangkon, dan sebagainya khas Yogyakarta.

Keraton Yogyakarta terletak di Jalan Rotowijayan No.1 Yogyakarta. Wisata keraton ini dibuka setiap hari Senin sampai dengan Minggu jam 08.00 sampai jam 14.00. Sedangkan pada hari Jum’at, Keraton Yogyakarta buka pada jam 08.00 dan berakhir pada jam 12.00. Berbagai kesenian yang dipaparkan di atas dapat dinikmati setiap hari pada jam 10.00 sampai dengan jam 13.00. Kecuali  pertunjukan wayang orang dimulai pada jam 11.00

Reported By : Marisa Bikriy Azkiya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s