David Mahendra / Musik / Pentas | Teater / Seni Pertunjukan

-Sub Headline- Wayang Orang, Kelembutan Yogya

Pergantian dari pagi menjadi siang berlangsung di Yogyakarta ketika itu, Minggu (10/12). Suasana panas tidak menyurutkan semangat pengunjung Keraton Yogyakarta yang rata-rata adalah wisatawan mancanegara untuk berkeliling kompleks kediaman Sultan Hamengku Buwono X ini. Banyak hal yang bisa disaksikan di dalam keraton, salah satunya adalah pagelaran kesenian. Keraton Yogyakarta memiliki “gawe” rutin setiap hari sepanjang tahun kecuali selama bulan ramadhan. Setiap hari keraton menjamu tamu yang berkunjung dengan suguhan pagelaran kesenian yang berbeda-beda. Khusus untuk hari minggu Kraton menampilkan Pagelaran Wayang Orang.

Pagelaran Wayang Orang di Keraton Yogyakarta melalui perjalanan yang panjang dan menjadi bagian dari identitas Keraton. Amirul Nursundari, salah satu pramuwisata yang juga merupakan salah satu keturunan Keraton menyatakan bahwa Wayang Orang di Keraton sudah ada sejak awal berdirinya Kerajaan Mataram. Ketika masa penjajahan Pemerintah Kolonial Belanda semua orang dilarang unutk melakukan latihan perang karena dikhawatirkan akan melakukan pemberontakan. Pihak kerajaan melawan dengan cara yang halus, yaitu dengan kesenian. Pemuda dan pemudi Yogyakarta dikumpulkan di Keraton untuk berlatih menari dan bermain musik gamelan. Suasana yang dibangun tidak lagi murni urusan seni, tetapi dalam tarian dan musik tersebut diselubungi dengan pesan-pesan perjuangan melawan pemerintah kolonial Belanda. Latihan dilakukan di Bangsal Kesatrian dan setelah itulah mulai berkembang dengan melakukan kegiatan wayang. Pagelaran wayang ini benar-benar rutin dilaksanakan di Keraton sejak awal tahun 1990 yang bertepatan dengan akhir pemerintahan Sultan Hamengku Buwono IX. Hingga sekarang pagelaran ini masih rutin dilaksanakan oleh pihak Keraton. Pagelaran Wayang Orang ini ditampilkan di Bangsal Sri Manganti yang berarti tampat tertinggi untuk menanti, dan tentu saja tempat untuk menanti atau menjamu tamu.

Pertunjukan seni Wayang Orang Keraton Yogyakarta  diiringi oleh Musik Gamelan dan Sinden yang mendukung penyampaian cerita. Wayang Orang Keraton Yogyakarta mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan wayang orang di daerah lain. Diantaranya adalah dari segi musik, karena Gamelan Yogyakarta terkenal dengan lantunan nada-nada rendah yang terdengar lembut. Sementara Gamelan Bali mempunyai nada-nada tinggi dengan suara yang relatif keras. Pakaian yang digunakan pun berbeda dengan Wayang Orang di daerah lain, lebih lanjut Amirul mengatakan bahwa secara umum tidak terlihat perbedaan yang berarti antara pakaian Wayang Orang di Yogyakarta dengan Wayang Orang di Surakarta.Namun, kalau diperhatikan secara spesifik akan terlihat jelas perbedaan corak, motif dan warnanya. Selain itu ada beberapa tokoh pewayangan yang juga berbeda dengan Wayang Orang di daerah lain. Cerita yang dibawakan cenderung sama dengan wayang orang di daerah lain. Diantara cerita yang dibawakan adalah cerita Srikandi Surodewati yang berperang untuk memperebutkan Arjuna dan juga beberapa cerita lainnya yang menginspirasi penonton yang menyaksikan pagelaran ini.

Amirul menambahkan bahwa ada beberapa poin penting yang patut dipahami dari wayang orang ini, yaitu kesadaran generasi muda untuk mencintai budayanya sendiri ternyata sangat memprihatinkan. Hal ini bisa dibuktikan dengan pengunjung Keraton yang didominasi oleh wisatawan mancanegara dan orang-orang tua, hanya segelintir saja anak muda yang mau mengunjungi Keraton, itupun kebanyakan anak muda yang sedang berpacaran. Banyak pesan moral yang didapatkan ketika kita menyaksikan Wayang Orang dan seharusnya kita menyadari betapa kayanya budaya kita sehingga orang lain pun mengagumi kebudayaan kita. Kesadaran untuk menjaga dan mencintai kebudayaan menjadi mutlak untuk dilakukan, sehingga budaya kita tidak punah tergerus arus perubahan global.

Reported by : David Mahendra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s