Evania Mega Mahardika / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Seni Rupa

Arisan Perak, Agenda Wajib Komunitas (cerita pengrajin perak)

Siapa yang tidak mengenal kawasan Kotagede? Salah satu kawasan di Yogyakarta yang merupakan daerah yang sudah terkenal sebagai tempat pusat kerajinan perak. Sudah menjadi kebiasaan bila kita mendengar orang-orang mengatakan “ingat perak, ingat Kotagede”. Tak heran bila kios-kios dan toko kerajinan perak di Kotagede dengan mudah kita temui di sepanjang jalannya. Oleh karena itu, banyak warga Kotagede yang menjadikan kerajinan perak sebagai mata pencaharian mereka.

Para pengrajin perak ini mempunyai sebuah komunitas pengrajin perak Kotagede. Komunitas diikuti oleh seluruh pengrajin perak yang ada di kawasan Kotagede. “Komunitas ini ditujukan untuk para pengrajin perak Kotagede dengan harapan mampu mempererat tali silaturahmi para pengrajin perak Kotagede”, begitulah kalimat yang diutarakan bapak Sumar selaku pengurus komunitas pengrajin perak Kotagede. Selain itu, beliau menambahkan bahwa komunitas ini juga merupakan wadah bagi para pengrajin untuk mengembangkan usaha kerajinan perak mereka.

Komunitas ini dibentuk pada tahun 1985, yang pada awal mulanya terbentuk karena faktor ketidaksengajaan. Bermula ketika para pengrajin berkumpul dan mereka berbincang-bincang mengenai usaha kerajinan perak mereka, dan pada akhirnya secara tidak sengaja tercetuslah keinginan mereka untuk membuat sebuah perkumpulan para  pengrajin perak. Saat ini, anggota dalam komunitas ini berjumlah sekitar 60 pengrajin perak. Banyaknya jumlah anggotanya diperoleh melalui cara “gethuk tular”, yakni perbincangan dari mulut ke mulut. Biasanya komunitas ini rutin mengadakan pertemuan setiap dua minggu sekali. komunitas ini terbentuk untuk bisa lebih mempererat tali silaturahmi diantara mereka.

Salah satu kegiatan di komunitas ini adalah arisan. Penyelenggaraannya pun sangat unik dan berbeda dengan komunitas lain. Bila komunitas lain berkumpul kemudian sharing, hang out bareng, dan lain sebagainya, komunitas perak di Kotagede ini mengisi kegiatannya dengan arisan, merupakan agenda wajib dalam komunitas ini. Arisannya pun cukup unik, mereka menggunakan perak sebagai media untuk arisan. Namanya juga pengrajin perak, jadi tidak heran jika menggunakan perak sebagai bahan arisan mereka. Bentuk arisan ini adalah bentuk arisan anjangsana, yakni tempat untuk arisan dilaksanakan di rumah-rumah para pengrajin secara bergantian tergantung pada pemenang arisan tiap kocokannya.

Selain arisan perak, dalam komunitas ini pun terdapat aktifitas lainnya yang mampu mengembangkan usaha perak mereka, yakni penanaman modal. Biasanya pada setiap pertemuan, setiap pengrajin menanamkan modal mereka yang berupa perak minimal seberat ¼ ons. Sehingga pada akhir tahun jumlah modal perak yang mereka tanamkan sekitar 6 ons lebih dan jumlah tersebut sudah mampu membantu para pengrajin perak di kawasan Kotagede untuk mengembangkan usaha mereka.

Reported by : Evania Mega Mahardika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s