Eti Nur Khotimah / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Seni Rupa

Lukisan pun bisa komersil

“Seni adalah kreativitas”

Tutur Toro, salah seorang pengrajin unggul sanggar seni lukis Vidi 3 Serangkai, yang saya wawancarai. Sanggar lukis ini berlokasi dijalan colombo. Sanggar ini berdiri sudah lebih dari 15 tahun, dan sekarang keadaan sanggar ini hampir berubah. Di sanggar ini terdapat 7 murid (pengrajin), yang masih perlu mendapatkan binaan dan pelatihan untuk berapreasiasi dan berkreasi dengan seni lukis.

Sanggar seni lukis Vidi 3 Serangkai merupakan wadah untuk menuangkan  ide dan kreativitas yang dimiliki oleh murid (pengrajin). Salah satu kreativitas mereka ialah karya dua dimensional antara garis dan warna. Contoh Toro yang dalam menghasilkan karyanya dengan otodidak dan mahir melukis wajah, dia sangat pandai dalam memahami dan mengerti akan materi seni lukis khususnya lukis wajah. Bahan dan alat yang digunakan untuk melukis adalah kanvas dan cat air. Biasanya dalam pengajaran seni lukis, dia memimpin sanggar ini dengan memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada murid (teman-temannya) dalam berkreativitas. Seni lukis yang dihasilkan dan diminati oleh masyarakat luas adalah lukisan wajah, dengan sentuhan komersil. Beberapa bentuk (aliran) karya yang dihasilkan oleh sanggar lukis ini adalah:

1. Lukisan abstrak

2. Lukisan relief

3. Lukisan komersil

4. Lukisan kaligrafi

5. Lukisan suryalis

6. Lukisan naturalisme

Lembaga seni lukis komersil lainnya dan unik adalah lembaga batik lukis. Lembaga ini dipimpin oleh Bapak Hendri, yang berlokasi di depan pasar Ngasem. Pak Hendri memiliki dua tempat (lembaga) batik lukis, yakni di perkampungan khusus pengrajin dan di pasar Ngasem, yang keduanya digunakan untuk menyimpan dan memamerkan hasil karya-karya beliau. Hampir 20 tahun beliau menggeluti dunia batik lukis, dan dibantu 15 pengrajin yang masing-masing dari mereka memiliki hasil lukis dengan karakteristik tersendiri. Dalam proses pembuatan batik lukis ini masih terbilang tradisional dengan sulaman yang menggunakan tinta dan kertas.

Disamping itu rata–rata yang mengerjakan karya seni rupa ini adalah kaum pria dan wanita yang umurnya separuh tua, dengan pengajaran yang otodidak, mereka belajar dari nol hingga mahir melukis. Dengan penuh kesabaran Pak Hendri selalu memberikan pengajaran dan binaan yang baik. Karya–karya yang diperlihatkan dan dipamerkan di pasar Ngasem terbilang bagus dan naturalisme. Dan menariknya lukisan-lukisan batik tulis yang dihasilkan oleh pengrajin beliau adalah lukisan aliran suryalisme.Contohnya Pak Edi, pengrajin yang tiap harinya membuat batik tulis dengan mengunakan aliran suryalisme .

Pameran seni rupa (batik lukisan) diadakan tiap bulannya oleh Pak Hendri. Beliau juga membuka penyewaan dan menerima pesanan lukisan bagi para peminatnya. Pengerjaan yang dilakukan para pegawainya  tiap minggu menghasilkan banyak karya, tidak hanya seni batik lukis tapi juga seni ukiran.

Reported by Etih Nurkhotimah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s