Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Listyaning Restiti / Seni Rupa

Menilik Media Seni Lukis

Meningkatnya kekreatifan seniman lukis (pelukis), memperkaya dan menambah nilai estetika dalam dunia seni lukis. Pada awal perkembangannya pelukis hanya menorehkan imajinasinya dalam coretan-coretan di kayu dan batu saja, yang kemudian berkembang ke kanvas dan media lukis lainnya. Dalam seni kanvas, lukisan ditarik dan diamankan oleh bingkai sehingga memberikan tampilan apik dan menakjubkan yang kemudian mendapatkan nilai komersil.

Namun dewasa ini, cobalah kita tengok sejenak tembok (dinding jalan/bangunan) perkotaan, yang dijadikan sebagai kanvas bagi seniman. Tembok yang pada awalnya terkesan mati dan menjenuhkan disulap bak negeri dongeng yang memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya. Tak ayal bila tembok-tembok yang berjajar rapi di sepanjang jalan Yogyakarta khususnya tidak lagi dibiarkan putih bersih, namun juga menjadi media untuk menorehkan kuas seniman lukis. Tidak jarang tembok yang sempit dan minimalis dapat diubah menjadi negeri dongeng yang tidak menjenuhkan untuk dilihat. Lukisan-lukisan ini tidak hanya mengandung nilai estetika saja namun juga terdapat pesan yang tersirat di dalamnya. Mulai dari pemberdayaan budaya yang ada, kampanye politik, kritik politik hingga sekadar menuangkan imajinasi, lukisan tembok terlihat lebih nyata dan lebih afektif dalam penyampaian pesan daripada lukisan yang ditorehkan pada kanvas biasa. Hal ini dapat kita bandingkan secara logis, jika lukisan pada kanvas hanya dapat dinikmati oleh para pembelinya namun tidak dengan lukisan yang bermedia tembok yang berjajar di sepanjang jalan dan dapat dinikmati oleh siapa saja (pemakai jalan).

Lukisan pada tembok atau yang bisa disebut dengan Mural, tidak hanya dapat dilakukan oleh seniman profesional saja. Namun juga dapat dilakukan oleh sekelompok siswa yang kreatif. Pada awalnya para siswa ini hanya menuliskan nama-nama mereka atau nama sekolah-sekolah nya agar dikenal oleh publik. Namun sekarang tak jarang dinding-dinding sekolah yang dijadikan media kreatifitas siswa dengan lukisan-lukisan tertentu. Apabila mural ditempatkan pada sesuatu yang positif, maka mural akan dapat mempercantik tampilan wajah kota yang semula memjenuhkan. Tidak hanya itu, mural juga memberikan ruang imajinasi dan kesenian sekaligus merangkum untaian makna. Pesan yang cerdas, komposisi gambar dan pewarnaan yang tepat akan menjadi sumber inspirasi bagi warga kota. Seni mural seakan menjadi pelepas kejenuhan dan mengisi ruang tersendiri ketika sedang menelusuri kemacetan jalan.

Reported By Listiyaning Restiti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s