Musik / Nur Irfan dwi Prasetyo

JAZZ IN “YOGYA”

Jazz di Indonesia hingga saat ini memiliki kesan yang kurang bersahabat dan mengena, apalagi untuk masyarakat awam. Mengapa bisa demekian? Hal ini (salah satunya) karena aliran musik jazz kurang mampu bersaing (sosialisasi) dengan jenis musik lainnya, semisal musik pop, dan rock. Namun sebenarnya banyak keunikan dari aliran musik ini. Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan Blues, Ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, Swing, Bebop, Hard Bop, Cool Jazz, Free Jazz, Jazz Fusion, Smooth Jazz, dan CafJazz. Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa. Musik jazz banyak menggunakan instrumen gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.

Sejarah jazz di Indonesia memang agak sulit ditelusuri. Sebab, selain terdapat banyak pendapat yang berbeda tentang siapa, kapan, dan di mana musik jenis ini muncul di Indonesia, pelaku-pelaku langsungnya sendiri yang bisa dijadikan sebagai narasumber juga sulit ditemui. Menurut wawancara dari narasumber, konon pemain musik jazz pribumi dari Indonesia pertama kali adalah orang Aceh. Ia juga mengatakan bahwa di negeri ini, orang Indonesia yang pertama kali memainkan musik jazz adalah tentara. Para tentara itu biasanya dipanggil untuk menghibur pejabat-pejabat Belanda dan orang-orang Indonesia yang haknya disamakan oleh orang Belanda.

Di era tahun 1980-an selain pergelaran jazz lokal macam “Jazz Goes To Campus” yang sekarang sudah menjadi agenda rutin setiap tahun dan digelar di kampus UI, pada tahun 1988 juga terselenggara sebuah event jazz terbesar yang pernah digelar oleh anak negeri, yakni Jakarta International Jazz Festival atau yang lebih dikenal dengan nama Jak Jazz, atas gagasan Ireng Maulana. Perhelatan jazz akbar ini sungguh membanggakan karena diikuti oleh musisi jazz dunia, baik dari Amerika, Eropa, dan Asia. Tentu saja ratusan musisi jazz kita ikut berkumpul sambil berkolaborasi satu panggung dengan musisi-musisi luar negeri. Musisi-musisi dari luar yang memeriahkan Jak Jazz pertama itu adalah Phil Perry, Lee Ritenour, Larry Corvell, Kazumi Watanabe, Frederick Noran Band, Igor Brill Ensemble. Di era tahun 2000-an jazz di Indonesia makin berkembang dengan sangat pesat, lihat saja grup-grup baru yang mengusung format musik jazz yang juga sukses secara komersial seperti Bali Lounge, Maliq & D’Essentials, Park Drive, Rieka Roeslan, dan Sova. Dan yang tak boleh dilupakan adalah munculnya Balawan, gitaris asal Bali yang permainannya selalu mendapat pujian, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Reported by Nur Irfan Dwi P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s