Alva Thoriq Aziz / Grafis | Murni | Kriya | Interior | Eksterior / Seni Rupa

“BATIK” Sebuah Proses Keindahan

Pernahkah Anda berpikir atau melihat proses pembuatan kain batik yang menjadi pakaian icon Indonesia? Dalam proses pembuatannya, batik bisa memakan waktu 4 hingga 5 hari, terhitung dari proses awal sampai menjadi sebuah batik. Secara garis besar, terdapat tiga tahapan dalam proses pembuatan batik. Yaitu pewarnaan, pemberian lilin pada kain, dan pembersihan lilin dari kain.

Sebelum proses pertama (pewarnaan) dilakukan, terlebih dahulu kita memotong kain berdasarkan kebutuhan, biasanya sekitar 2-3 meter. Kain yang digunakan adalah kain putih 100% cotton (mori). Kain ini digunakan untuk menimalisir terjadinya kelunturan ketika proses pewarnaan. Kemudian kain tersebut diberi corak atau sket sesuai dengan selera masing-masing, dan kain tersebut diberi warna sebelum akhirnya diberi malam yang digunakan untuk memberikan efek corak pada batik atau menutupi bagian kain yang tidak diberi warna. Di dalam proses pembuatan corak ini diperlukan orang yang mahir, karena proses ini adalah awal dari semua proses pembuatan batik. Pada tahap pewarnaan, tidak sembarang warna dapat digunakan, karena kita harus memilih warna yang sesuai dengan corak batik tersebut, dan yang paling penting dalam proses pewarnaan adalah feeling yang dapat menentukan bagus atau tidaknya dari proses ini. Bahan pewarnanya pun tidak sembarangan, karena hanya pewarna batik seperti tinaptol, indigusol, dan rapid saja yang dapat digunakan dalam proses pembuatan batik ini.

Proses yang kedua, pemberian lilin. Proses inilah yang nantinya akan memakan waktu banyak, karena proses ini yang dianggap sulit oleh kebanyakan pembatik. Dalam proses pemberian lilin, alat yang digunakan adalah canting dan lilin itu sendiri. Pada umumnya, proses pemberian lilin hanyalah Tutup-Celup saja pada kain yang sudah diberi corak atau sket tadi. Proses ini biasanya dilakukan oleh kaum wanita, dan pada dasarnya tahap ini dapat menggunakan proses batik tulis dengan canting tangan atau dengan proses cap. Dalam proses ini, lilin yang dibutuhkan sekitar ½ – 1 Kg untuk setiap 1 meter kain sesuai dengan corak yang dibuat. Kain yang ingin diberi warna hendaknya ditutupi oleh lilin, karena lilin tersebut akan membuat kain tidak terkena warna dalam proses pewarnaan. Setelah diberi lilin, batik kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan. Proses ini dapat dilakukan berkali-kali sesuai dengan warna yang dibutuhkan.

Setelah kedua proses tersebut selesai, barulah kita beranjak ke proses selanjutnya, yaitu pelepasan lilin. Dalam tahap ini, para kaum laki-laki sangat diperlukan tenaganya. Batik yang sudah diberi lilin kemudian direbus hingga lilin yang menempel pada kain lepas dan hilang. Tahap pelepasan lilin atau perebusan ini biasanya dilakukan sebanyak dua sampai tiga kali. Dalam proses pelepasan lilin ini, disertakan juga larutan soda yang digunakan untuk mematikan warna yang masih menempel pada kain batik dan menghindari kelunturan dari zat-zat lainnya. Setelah kain batik direbus, barulah kemudian kain batik tersebut direndam didalam air dingin, lalu dijemur hingga kering sebelum dikemas dan siap untuk diedarkan.

Demikianlah proses pembuatan kain batik yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan tingkat konsentrasi yang tinggi. Tidak lupa juga peran feelingyang sangat berperan besar dalam menentukan kualitas dari batik tersebut. Dan tidak sembarang orang yang dapat melakukan hal tersebut, karena setidaknya dibutuhkan pengalaman sekitar 1-2 tahun untuk menciptakan batik dengan kualitas dan keindahan yang prima.

Reported By : Alfa Thoriq Aziz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s